Pria dan Wanita Tidak Dipisah, Santri di Aceh Timur Sisir Pengunjung Pantai

Usir-Pengunjung-Pantai-2
Santri menyidak lokasi objek wisata pantai di Aceh Timur. Foto: Antara

Oleh: Eko Densa

Indonesiainside.id, Aceh – Wisata pantai diduga sebagai salah satu pemicu terjadinya pelanggaran syariat Islam karena tidak ada pemisah antara pria dan wanita di lokasi pemandian. Karenanya, para pengunjung pantai diminta tidak bercampur antata wanita dan laki-laki saat mandi atau berenang.

Para santri yang berasal dari beberapa pondok pesantren (ponpes) di Aceh Timur menyisir bibir pantai sambil membaca ayat suci Alquran dan juga mengumandangkan azan.

“Wahai umat islam yang sedang berwisata di pantai, mari kita jauhkan maksiat dan mari kita mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat-Nya,” imbau salah seorang santri, Ishak di Pantai Kuala Leuge, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Sejumlah santri melakukan aksi sidak di sejumlah objek wisata pantai di Kabupaten Aceh Timur, Ahad (28/7). Dalam aksi tersebut, mereka meminta para wisatawan untuk menyudahi segala aktivitasnnya dikarenakan dapat mengundang pelanggaran syariat Islam.

Alhasil, satu per satu wisatawan yang sebelumnya sedang mandi di laut bergerak ke darat guna menyudahi aktivitas mereka. Selain menyisir, para santri juga berkumpul membacakan do’a di pinggir pantai dengan harapan dijauhkan malapetaka dari bumi Aceh.

“Mari kita jauhkan perbuatan yang dilarang Allah dan Rasulullah SAW,” tandas Tgk Ishak dengan lantang.

Hal senada juga dikatakan Tgk M Ikbal. Dia justru menilai berwisata di pantai justru mengundang musibah, karena ketiadaan batasan antara laki-laki dan perempuan sama halnya menciptakan maksiat.

“Oleh karenanya, kami berharap umat Islam di seluruh Aceh untuk sama-sama menjaga bumi yang bersyariat Islam ini,” ujar Tgk M Ikbal.

Usai berorasi, mereka langsung bergerak menuju beberapa objek wisata pantai lainnya, seperti ke Pantai Kuala Peudawa dan Kuala Idi. (Aza/Eko)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here