Gubernur Bali Setuju Pelantikan Anggota DPRD Gunakan Pakaian Adat

wayan koster
Guernur Bali, I Wayan Koster.

Oleh: Arif S 

Indonesiainside.id, Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster, setuju  pelantikan 55 anggota DPRD Bali periode 2019-2024 akan menggunakan busana adat Bali pada 2 September mendatang. Ia sepenuhnya setuju atas rencana ini.

“Sebagai warga yang cinta kepada budaya Bali, ya tunjukkan dengan beridentitas melalui busana adat Bali,” kata Koster disela-sela menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bali tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali 2019 itu, di Denpasar, Senin (12/8). Pemakaian seragam busana adat, ujar Koster, sebagai hal yang bagus. Bahkan jika perlu udeng (ikat kepala), baju, saput, dan kamen (kain bawahan) seragam karena sudah dianggarkan.

Gubernur dari Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng itu menambahkan, penggunaan busana adat Bali juga sudah dilakukan pada acara pelantikan DPRD Gianyar dan Bangli yang berlangsung Senin hari ini.

“Ini menandakan toko busana adat Bali menjadi laku dagangannya. Sementara kehadiran para perempuan yang menggunakan sanggul Bali, dapat diartikan salon dan tata rias mendapat pelanggan. Semua jadi kecipratan rezeki,” ujar Gubernur Koster.

Gubernur Bali Wayan Koster memang berkomitmen melestarikan budaya Bali. Salah satunya melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali.

Kemudian ditindaklanjuti dengan Instruksi Gubernur Nomor 2231 tahun 2018 mengenai panduan teknis pelaksanaan hari penggunaan busana adat Bali yang harus digunakan setiap hari Kamis, Bulan Purnama, Tilem, Hari Jadi Provinsi Bali dan Hari Jadi Kabupaten/Kota se-Bali.

Di sisi lain, dalam Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi tersebut juga diwarnai pamitan anggota Dewan yang tidak terpilih kembali dalam Pemilihan Legislatif 2019. Bulan Agustus ini menjadi masa akhir jabatan anggota DPRD Bali periode 2014-2019. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here