Menara BTS Roboh, 6 Murid SD di Maros Luka

korban BTS
Ilustrasi Korban yang tertimpa robohnys BTS sedang dibawa ke RS. Foto: Istimewa

Oleh: Indrawati

Indonesiainside.id, Maros – Diduga karena sudah tidak laik, menara Base Transceiver Station (BTS) yang disewa PT XL Axiata di Baji Mangngai, Mandai Kabupaten Maros, roboh pada Selasa (13/8). Peristiwa ini  terjadi di lingkungan Sekolah Dasar (SD) Bado-bado.

Guru SD Bado-bado, Veronika mengatakan, enam murid luka-luka akibat robohnya menara operator telekomunikasi tersebut. Sejumlah murid yang mengalami luka-luka itu sedang melaksanakan Latihan paduan suara di Lapangan SD Bado-bado.

“Akibat dari robohnya BTS yang menimpa sekolah ini mengakibatkan enam murid SD terluka ” katanya.

Dia menjelaskan, saat itu murid-murid sedang melakukan persiapan dalam memperingati HUT RI Upacara 17 Agustus 2019 di Kabupaten Maros. Tiba-tiba saja menara yang tak jauh dari sekolah itu terjatuh.

“Saya juga heran, kenapa bisa menara BTS itu roboh. Padahal saat kejadian angin tidak sedang berhembus kencang,” kata Vero.

Pihak Kepolisian Sektor Mandai, Maros, menduga menara BTS itu sudah tidak layak. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

“Sampai saat ini pihak Kepolisian Resor Maros masih berada di TKP untuk memasang garis polisi dan melakukan penyelidikan awal,” jelas Asgar, Kapolsek Mandai.

Manajemen XL Axiata memastikan bahwa tower tersebut bukanlah miliknya. XL Axiata hanya sebagai penyewa. Menara tersebut milik perusahaan penyewaan menara telekomunikasi.

“XL Axiata bertindak sebagai penyewa menara. Semua hal terkait pembangunan dan pemeliharaan, juga kelayakan bangunan bukan tanggung jawab XL Axiata,” kata Regional Corporate Communication East Region XL Axiata, Ibnu Syahban dalam keterangan tertulisnya.

Berikut data murid yang menjadi korban jatuhnya menara tersebut:

1. Khodijah Rafa Nur (dirujuk RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar)

2. Adinda Sri Rahmayani (dirujuk RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar)

3. Riza Wahyuni (dirujuk RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar)

4. Abrisam Bangga Arbani (dirujuk RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar)

5. Muhammad Sultan Ali Ashary (dirujuk RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar)

6. Mujahid (dibawa pulang oleh pihak keluarga). (Aza/INI Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here