Warga Jambi Keluhkan Dampak Kabut Asap

karhutla
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Desa Kualu, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (14/8/2019). Sulitnya sumber air di lokasi yang terbakar ditambah dengan kencangnya angin membuat petugas kewalahan memadamkan bara api kebakaran lahan gambut tersebut dan meminta bantuan dari Satgas Udara untuk melakukan pemadaman menggunakan helikopter water bombing. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/wsj.

Oleh: Eko P

Indonesiainside.id, Jambi – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan masyarakat Provinsi Jambi. Mereka mulai mengeluhkan asap dan debu yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah di provinsi itu.

Warga Kumpe, Kabupaten Muaro Jambi belakangan ini sangat mengeluhkan kondisi udara karena dalam beberapa hari terakhir  asap dan abu mulai pekat dan sangat dirasakan oleh warga.

Asap dan abu tersebut sangat dirasakan oleh warga pada pagi hari di saat aktifitas masyarakat cukup padat, terutama anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.

“Iya, kalau pagi hari di jalan itu sangat kelihatan, asapnya tebal dan tidak hanya itu, di atas daun itu juga kelihatan bekas debu-debu yang lengket,” kata Sunarti warga Kumpe di Jambi, Kamis(15/8).

Seperti yang dirasakan oleh anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) Kartika, Muara Kumpe. Sejumlah orang tua murid cukup mengkhawatirkan anak-anaknya karena asap dan abu yang timbul akibat karhutla tersebut.

Bahkan jika terlalu lama berada di luar ruangan, abu belas kebakaran hutan dan lahan menempel di baju.

Hal inilah yang cukup mengkhawatirkan orang tua murid karena asap dan abu tersebut dapat menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

“Itu aja nampak kabut nya kalau aslinya parah nian bekas bakaran nya itu terbang kemana-mana. Di air bak aja masuk,” kata Sunarti.

Selain itu, warga kota Jambi turut mengeluhkan abu dan asap yang ada di kota itu. Meski tak sepekat di Kabupaten Muaro Jambi, namun warga kota itu cukup mengeluhkan kabut asap dan abu tersebut, karena abu tersebut masuk ke dalam rumah.

“Iya, kalau siang itu tidak terlalu kelihatan, tapi kalau pagi hari bekas abunya masuk ke rumah, menempel lantai-lantai, bahkan sampai masuk ke dalam bak mandi,” kata Dewi Warga Kota Jambi.

Di kota Jambi, kabut asap tidak sepekat di kabupaten lainnya seperti Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batanghari, hal itu dikarenakan kabut asap dan abu yang terjadi di kota itu merupakan kiriman dari kabupaten.

Namun hal tersebut cukup meresahkan warga, karena apabila terpapar asap dan abu cukup lama akan berdampak terserang ISPA. (EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here