Kapolda Papua Harap Gubernur Lukas Enembe Sampaikan Pesan Menyejukkan

Kapolda Papua Irjen Rudolf Albert Rodja saat (kiri) usai rapat konsolidasi di Mapolda. (Foto : Achmad Syaiful/pospapua.com)

Oleh: Achmad Syaiful

Indonesiainside.id, Jayapura Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Rudolf Albert Rodja, berharap Gubernur Papua Lukas Enembe dapat meredam situasi tak kondusif di Papua. Lukas diharapkan bisa memberikan pesan menyejukkan kepada mahasiswa maupun masyarakat Papua.

Dia menyakini pesan menyejukkan dari gubernur dapat mendinginkan mahasiswa maupun masyarakat Papua.“Kami harap bapak gubernur menyampaikan pesan menyejukkan, jangan yang tidak menyejukan. Saya yakin jika bapak gubernur yang saat ini di Jakarta menyampaikan pesan menyejukan, maka akan selesai,” kata Rodja kepada wartawan usai pertemuan bersama Pemda dan Kodam XVII/Cenderawasih di Mapolda Papua, Kamis (22/8) siang.

Rodja berpendapat aspirasi ribuan masyarakat Papua dalam aksi unjuk rasa di Jayapura telah mewakili seluruh warga Papua yang ada di kabupaten/kota.  Meskipun aksi unjuk rasa di sejumlah daerah di Papua telah berlangsung aman.

“Jadi tidak perlu ada unjuk rasa dan lain-lain dan gubernur sudah tahu aspirasi itu akan disampaikan ke pemerintah pusat. Hari ini beliau mungkin bertemu dengan pimpinan tertinggi negara dan kemudian menyampaikan kepada seluruh masyarakat Papua, supaya tidak ada unjuk rasa,” tuturnya.

Jenderal asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memandang aksi unjuk rasa di Papua adalah rasa kemanusiaan yang terusik, bukan persoalan ideologi. “Hari ini ada aksi di Nabire dan Yahukimo, sampai dengan siang ini masih kondusif,” katanya.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan TNI dan Polri akan terus bersinergi. “Ini bukan pertanyaan, kalau TNI dan Polri tidak sinergi, kami tidak ada di sini,” tegas Jenderal asal Medan ini.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe mengecam persekusi  mahasiswa Papua di Kota Surabaya, Jawa Timur bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia  ke-74. Dia meminta Pemerintah Pusat  menghentikan rasisme dan diskriminasi mahasiswa Papua di seluruh wilayah Indonesia.

Persekusi di Surabaya menyebabkan ribuan masyarakat Papua melakukan aksi turun ke jalan sebagai bentuk protes tindakan tersebut, pada Senin (19/8) pagi. Aksi ribuan warga ini menyebabkan aktivitas perekonomian di Kota Jayapura lumpuh.

Seraturan warga terlantar di jalan akibat tidak beroperasinya angkutan umum di Ib ukota Papua. Aktivitas warga berangsur normal pada Selasa (20/8) pagi. (Asi/PS/INI Network)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here