Ombudsman Papua Tegaskan Harus Ada Kompensasi Pemblokiran Internet

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Papua, Iwanggin Sabar Olif. (Foto: pospapua.com )

Oleh: Achmad Syaiful

Indonesiainside.id JayapuraKepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Papua, Iwanggin Sabar Olif menilai kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir akses jaringan internet di Papua, tidak tepat. Terkait hal ini harus ada kompensasi.

Ombudsman meminta pihak penyedia jasa telekomunikasi dapat memberikan kompensasi kepada para pelanggannya yang merasa dirugikan dari pemblokiran ini. “Saya kemarin sudah telepon General Manajer Telkomsel perihal masalah ini, tetapi saya melihat mereka tidak transparan. Harus ada kompensasi untuk masyarakat,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/8)

Kebijakan dengan alasan keamanan nasional ini malah membuat warga Papua mengalami kerugian berlipat ganda. Selain tertekan dengan kabar situasi di Papua Barat, masyarakat tidak mendapat hiburan yang dapat diperoleh menggunakan akses internet.

“Pemerintah dan negara harus melihat kebijakan ini, tidak bisa mereka serta merta beralasan masalah keamanan. Banyak badan publik yang dirugikan, termasuk rekan jurnalis sendiri. Apalagi sekarang semua serba digital, jadi saya pikir ini pemerintah harus kembali memulihkan internet di Papua,” kata Sabar, Jumat (23/8).

Menurut Sabar, banyak pilihan untuk menangani masalah yang terjadi di Papua. Salah satunya dengan memperintahkan Tim Cyber untuk menangkap pelaku penyebar hoaks. “Banyak opsi, jangan mengorbankan seluruh masyarakat,” tandasnya.

Humas Telkomsel Regional Papua-Maluku Muhammad Kadri saat dikonfirmasi mengatakan, pemblokiran layanan data di Papua dan Papua Barat merupakan petunjuk dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Pemblokiran hanya berlaku pada layanan data seluler.  Sementara layanan akses Wifi dapat digunakan. “Soal pemblokiran layanan data internet memang petunjuk langsung dari Kominfo,” kata Kadri saat dihubungi di Jayapura.

Pemulihan akses internet di Papua dan Papua Barat masih menununggu petunjuk Kominfo. “Batas waktu pemulihan akes internet masih menunggu dari Kominfo, kalau memang mereka bilang pulihkan, maka akan langsung dipulihkan,” terangnya.

Qori, Staf Humas Kementerian Kominfo saat dihubungi, Jumat (23/8) mengaku belum menerima informasi dari pimpinan terkait waktu pembukaan pemblokiran akses data internetb di Papua. Dia pun mengaku menerima banyak keluhan dari warga di Papua.

Soal tuntuan kompensasi terhadap pengguna jaringan internet, dia menyatakan belum bisa memastikannya. “Saya belum tahu, nanti akan saya sampaikan tuntutan itu kepada pimpinan,” kata Qori. (Asi/PS/INI Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here