Tidak Kondusif, Sembilan SPBU di Jayapura Tak Beroperasi

spbu di papua
Sebuah SPBU di Jayapura, Papua, tidak beroperasi akibat kerusuhan. Foto: A Syaiful/INI Network

Oleh: Achmad Syaiful 

Indonesiainside.id, Jayapura – Sembilan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, tidak beroperasi pasca aksi anarkistis dalam unjuk rasa di Ibu Kota Papua, Kamis (29/8). Tak hanya SPBU, pertokoan dan perkantoran juga banyak yang tutup.

Unit Manager Communication, Relation and CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho menyebutkan, sembilan SPBU ini terdiri dari delapan SPBU di Jayapura dan satu SPBU di Sentani. Dari total 11 SPBU, hanya dua yang beroperasi.

“Total ada 11 SPBU, dan yang tidak beroperasi atau ditutup sembilan SPBU,” terang Galih Nugroho saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (30/8).

Galih menyebutkan, tidak beroperasinya SPBU di Jayapura atas imbauan Pertamina karena situasi keamanan tidak kondusif. Alasan ini dikarenakan beberapa SPBU di Jayapura menjadi sasaran massa saat terjadi kerusuhan.

Misalnya, SPBU di wilayah Entrop dan Kotaraja menjadi sasaran massa dengan pelemparan batu. Galih berharap situasi keamanan di Jayapura normal kembali sehingga seluruh layanan publik, termasuk SPBU, bisa kembali beroperasi.

Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa susulan di Kota Jayapura, Kamis (29/8), dan berakhir rusuh. Puluhan bangunan, sepeda motor dan mobil ludes dibakar.

Pecahnya kerusuhan di Jayapura menyebabkan jaringan telekomunikasi seluler dan aliran listrik ke rumah pemukiman warga terputus. Kondisi ini menyebabkan situasi Kota Jayapura mencekam, bahkan aktivitas perkantoran dan perekonomian lumpuh. (Asi/Aza/INI Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here