Pemkab Gunungkidul Memilih Bertahan Atasi Kekeringan dengan Dana APBD

- Advertisement -

Oleh: Bagus Aryo Wicaksono

Indonesiainside.id, Gunungkidul – Sampai saat ini Pemkab Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta belum menetapkan status darurat kekeringan di wilayah ini. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan bahwa BPBD masih memiliki cukup dana untuk menyediakan bantuan air bersih  sebanyak 400 tangki hingga akhir bulan September nanti.

“Memang dengan penetapan darurat kami bisa meminta bantuan ke pemerintah pusat atau dana belanja tak terduga dari pemkab, tapi dikarenakan armada yang dimiliki terbatas, maka kami bertahan dengan anggaran yang melekat di BPBD,” kata Edy di Gunungkidul, Senin (16/9).

Edy mengatakan setelah dana yang ada habis baru akan ditetapkan status darurat kekeringan di Gunungkidul.

- Advertisement -

“Kami bertahan dulu dengan anggaran yang dimiliki. Selama ini pihak swasta juga banyak membantu,” imbuhnya.

Pada puncak musim kemarau tahun ini, Edy mengatakan kekeringan berdampak pada 135.696 warga 421 dusun di 78 desa yang tersebar di 14 kecamatan.

“Hingga sekarang pemberian bantuan air juga terus dilakukan, baik yang melalui pemerintah maupun bantuan dari pihak ketiga,” sambungnya.

BPBD, katanya, terus berkoordinasi dengan aparat kecamatan, PDAM, dan pengurus Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dalam mengatasi dampak kekeringan.

Selain itu, BPBD juga terus memantau informasi mengenai perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

“Informasi dari BMKG ini akan dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan berkaitan dengan musibah kekeringan,” katanya. (Sug/PS/INI Network)

Berita terkini

22.000 Ekor Babi di NTT Terserang Demam Babi Afrika

Indonesiainside.id, Kupang - Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa hingga akhir Juni 2020 jumlah babi yang mati akibat terserang virus African Swine Fever...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

107 Pasar Sempat Ditutup akibat Kasus Covid-19

Indonesiainside.id, Jakarta - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat sebanyak 107 pasar tradisional di Indonesia sempat ditutup akibat ditemukan kasus positif Covid-19 sejak Mei...

Indonesia Umumkan 1.301 Kasus Baru Covid-19, Total 60.695 Kasus Positif

Indonesiainside.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan sebanyak 1.301 kasus Covid-19 pada Jumat (3/7). Kini, total kasus seluruhnya menjadi 60.695...

Mulai Juli, Mensos: Bansos Sembako Dibagikan Sebulan Sekali

Indonesiainside.id, Jakarta - Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan mulai Juli bantuan sosial sembako bagi warga terdampak Covid-19 di DKI Jakarta dan sejumlah daerah...

Berita terkait

22.000 Ekor Babi di NTT Terserang Demam Babi Afrika

Indonesiainside.id, Kupang - Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa hingga akhir Juni 2020 jumlah babi yang mati akibat terserang virus African Swine Fever...

Pede Status Zona Hijau, Enam Posko Covid-19 di Oku Dibongkar

Indonesiainside.id, Oku - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (Oku), Sumatera Selatan menonaktifkan enam posko penanganan Covid-19 yang tersebar di beberapa kecamatan bersamaan perubahan status...

Siaga Karhutla, Jambi Terjunkan Ribuan Personel, Ini Detilnya

Indonesiainside.id, Jambi - Pemerintah Jambi menyiapkan 5.744 personel gabungan dari berbagai institusi dan potensi daerah dilibatkan dalam antisipasi, pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan...

Pemkot Bandung: Pengemudi Ojol Harus Tes Swab

Indonesiainside.id, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meminta kepada para manajemen ojek online (ojol) menyediakan tes usap atau swab test kepada para mitra pengendaranya...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here