Pascabencana, Jualan Miras dan Prostitusi di Palu Marak Lagi

Prostitusi
Ilustrasi penangkapan pelaku prostitusi. Foto: Antara

Oleh: Azhar AP

Indonesiainside.id, Palu – Kemaksiatan diyakini sebagai salah satu pintu yang akan mendatangkan bencana. Meski tidak dapat dikalkulasi secara ilmiah, datangnya bala bencana tidak lepas dari maraknya kemaksiatan.

Peringatan ini sudah sering disampaikan oleh pimpinan Majelis Zikir Nurul Khairat, Habib Soleh Alaydrus atau Habib Rotan. Dia mengimbau warga Kota Palu agar memerangi maksiat. Semua kegiatan yang bertentangan dengan ajaran agama terutama Islam harus dihindari agar daerah itu dijauhkan dari bencana.

Ini juga yang menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Palu, Rizal. Dia mengatakan, untuk mengatasi penyakit masyarakat yang masih marak pascabencana di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu perlu komitmen dari Pemerintah Kota Palu.

“Sebenarnya untuk mengatasi permasalahan seperti penyakit masyarakat butuh komitmen Pemkot Palu lewat instansi-instansi terkait,” katanya di sela-sela memimpin rapat badan musyawarah (banmus) di ruang sidang utama, Kantor DPRD Palu, Rabu (9/10).

Hal itu ia sampaikan mengingat masih banyak tempat-tempat yang ia duga kuat disalahfungsikan dari peruntukkannya untuk aktivitas penyakit masyarakat. Dia mencontohkan, banyak warga yang tergabung dalam berbagai forum mendapati warkop atau kafe yang menyalahgunakan izin operasionalnya untuk memperjualbelikan minuman haram.

“Kalau ada komitmen dari Pemkot Palu, permasalahan itu dapat teratasi. Ada Satuan Tugas (Satgas) K5 dan Satuan Polisi Pamong Praja selaku penegak peraturan daerah yang dapat mengatasi penyakit masyarakat,” ucapnya.

Kemudian aktivitas prostitusi yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh para Pekerja Seks Komersial (PSK) di eks lokalisasi Tondo Kiri yang hingga kini masih dapat dijumpai.

“Di sini butuh peran instansi terkait, contohnya yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu untuk memberikan pemahaman dan membina mereka dengan memberikan pelatihan kewirausahaan agar mereka meninggalkan profesinya sebagai PSK,” ucapnya. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here