Pencuri Spesialis Saat Gempa Dituntut 1,5 tahun Bui

Ilustrasi

Indonesiainside.id, Jakarta – Risfandi Lestaluhu, Sulva Marwapei, dan Zidan Ohorela, tiga terdakwa pelaku pencurian spesial saat terjadi gempa Bumi dituntut 1,5 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Ambon. Tuntutan JPU disampaikan dalam persidangan dipimpin hakim Peradilan Anak di PN Ambon, Hamzah Kailul.

“Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 363 ayat (1), pasal 362, pasal 64 juncto pasal 55 KUH Pidana,” kata JPU Kejari setempat, Fitria di Ambon, Jumat(15/11).

Ada pun hal yang memberatkan ketiga terdakwa dituntut penjara karena telah mengambil barang milik orang lain saat terjadi gempa Bumi dan pemilik barang lari meninggalkan tenda-tenda pengungsian.

Sedangkan yang meringankan adalah, para terdakwa bersikap sopan dan mengakui serta menyesali perbuatannya, terdakwa masih anak-anak dan belum pernah dihukum.

Dalam kesempatan itu, Louhenapessy dan Tala selaku penasihat hukum para terdakwa menyampaikan pembelaan secara lisan yang intinya meminta keringanan hukuman dari majelis hakim.

Penasihat hukum juga meminta ketiga terdakwa yang masih duduk di bangku kelas dua SMA ini tidak ditahan di rutan atau lembaga pemasyarakatan agar mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya.

Ketiga terdakwa ini melakukan pencurian telepon genggam, emas, dan uang di Pesantren Al Anshor Liang maupun tenda pengungsi korban gempa bumi tektonik di Desa Suli, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah, diciduk poisi pada Oktober 2019.

Saat terjadi guncangan gempa susulan, para pengungsi yang berada di tenda melarikan diri sedangkan ketiga terdakwa tetap bertahan dan memanfaatkan peluang tersebut untuk melakukan pencurian.

Total barang yg berhasil dicuri sebanyak 28 buah telepon genggam, satu unit laptop, uang tunai Rp3,6 juta rupiah, serta perhiasan emas 2,5 gram.

Barang Bukti yang sudah diamankan polisi terdiri dari satu unit laptop, dua unit telepon genggam, dan satu unit televisi, sedangkan telepon genggam yang sudah dijual sebanyak 26 unit.

Persidangan akan dilanjutkan pada Senin (18/11), dengan agenda mendengarkan pembacaan putusan hakim peradilan anak. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here