Istri Wali Kota Padang Galang Bantuan Lunasi Tunggakan Jenazah Bayi Khalif

- Advertisement -

Indonesiainside.id, Padang – Istri Wali Kota Padang Harneli Bahar memfasilitasi pelunasan tunggakan pengobatan jenazah bayi Khalif Putra yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang setelah sebelumnya menderita sakit kelenjar getah bening.

Menurut Harneli di Padang, Selasa(19/11), awalnya ia mendapat informasi ada jenazah bayi yang ditahan karena ada tunggakan pengobatan sebesar Rp24 juta karena orang tuanya belum mampu melunasi.

Informasi tersebut viral di media dan dia selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang mencari tahu kebenaran informasi tersebut.

- Advertisement -

Ternyata informasi tersebut benar dan Harneli langsung menghubungi Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz) Kota Padang dan Dirut RSUP M Djamil Padang.

“Memang, ketika mendapatkan informasi itu saya langsung menelpon Baznas agar dapat memberikan bantuan dan Baznas mau membantu sebesar Rp10 juta. Kekurangan nantinya akan dicarikan lagi,” katanya.

Saat menghubungi Dirut RSUP M Djamil, Harneli meminta keringanan untuk pihak keluarga sehingga yang dibayarkan bisa dikurangi dan diberi waktu untuk mencari kekurangannya.

Sebelumnya jenazah bayi berumur enam bulan penderita getah bening, Khalif Putra dipulangkan paksa dari rumah sakit pada Selasa menggunakan ojek daring karena diduga terkendala biaya.

“Putra saya sudah meninggal sejak pukul 09.00 WIB, namun belum bisa dibawa pulang karena harus menyelesaikan administrasi,” kata Dewi Suriani, ibu sang bayi.

Karena khawatir dan jenazah anak harus segera dikebumikan, maka salah seorang kerabat Dewi yang berprofesi sebagai ojek daring langsung membawa bayi pulang menggunakan sepeda motor sebagai bentuk keprihatinan.

Setelah sampai di rumah duka, langsung dilangsungkan prosesi penguburan jenazah dan selesai sekitar pukul 15.30 WIB.

Sementara Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat, membantah kalau pihaknya menahan kepulangan bayi Khalif Putra (6 bulan), karena persoalan biaya.

“Apa yang disebutkan itu tidak benar, karena faktanya yang terjadi adalah pengurusan administrasi bukan uang,” kata Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang Gustianof.

Ia mengatakan proses administrasi tersebut perlu dilakukan sebagai mekanisme dan pertanggungjawaban rumah sakit, sekaligus sebagai bentuk perlindungan terhadap hak pasien.

Untuk persoalan Khalif, katanya, biaya yang perlu dibayar sekitar Rp24 juta, dan pasien tidak ditanggung oleh BPJS.

Oleh karena itu perlu dijalani administrasi, agar pasien yang tidak sanggup membayar bisa diurus surat jaminannya.

“Dengan itu maka pasien tidak harus membayar di hari yang sama, namun haknya tetap bisa didapatkan dengan meninggalkan KTP saja. Dengan catatan, administrasi itu sudah dibuat,” katanya.

Mengingat dengan kondisi khusus tersebut pihak rumah sakit juga mempunyai prosedur, dibuat rekam medis dan proses lainnya. (EP/Ant)

Berita terkini

Kejamnya Rezim Bashar al-Assad, Tetap Tidur Nyenyak Meski Banyak Anak-Anak Tewas Diterjang Peluru dan Bom Pasukannya

Indonesiainside.id, Al Bab - Seorang anak perempuan berusia 10 tahun tewas karena tertembak oleh pasukan rezim Bashar al-Assad pada Rabu(1/7) di distrik al-Bab, Suriah...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Uji Coba Buka Destinasi Wisata, Prambanan dan Ratu Boko Terapkan Protokol Kesehatan

Indonesiainside.id, Jakarta - PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko menerapkan protokol kesehatan ketat bagi wisatawan yang berkunjung...

Setelah 100 Hari Lockdown, Apa yang Terjadi di Inggris?

Indonesiainside.id, London - Banyak langkah dan perubahan yang telah dilewati Inggris selama masa pandemi. Terhitung hingga Selasa (30/6), Inggris sudah melewati 100 hari penerapan...

Menkes Selandia Baru Mengundurkan Diri Usai Kasus Covid-19 Muncul Lagi, Pak Terawan Bagaimana?

Indonesiainside.id, Wellington - Menteri Kesehatan Selandia Baru David Clark mengundurkan diri pada Kamis (2/7) usai mendapat kritik atas kekeliruan terkait fasilitas karantina yang menjadi...

Berita terkait

Uji Coba Buka Destinasi Wisata, Prambanan dan Ratu Boko Terapkan Protokol Kesehatan

Indonesiainside.id, Jakarta - PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko menerapkan protokol kesehatan ketat bagi wisatawan yang berkunjung...

Indonesia Tidak Masuk Dalam Daftar Negara Aman Covid-19, Tunda Dulu Rencana ke Eropa

Indonesiainside.id, Jakarta - Uni Eropa telah mengumumkan 14 negara yang masuk dalam kategori aman untuk masuk dan berpergian ke negara-negara di Eropa di tengah...

Kekebalan Masyarakat Tanpa Gejala Covid-19 Naik Dua Kali Lipat

Indonesiainside.id, London – Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa jumlah orang yang kebal terhadap Covid-19 lebih tinggi dari yang diperkirakan. Tes antibodi juga bukan lagi...

Dinsos NTB Salurkan Bantuan bagi Pekerja Hiburan Terdampak Covid-19

Indonesiainside.id, Mataram - Dinas Sosial Nusa Tenggara Barat menyalurkan bantuan paket sembako untuk puluhan pekerja hiburan malam yang terdampak COVID-19 di Mataram. Bantuan diserahkan Kepala...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here