Gubernur Ganjar: Masyarakat Merapi Terlatih Hadapi Bencana

Indonesiainside.id, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan masyarakat di kawasan lereng Gunung Merapi sudah terlatih menghadapi masalah kebencanaan, jika memang terjadi sesuatu yang membahayakan mereka siap mengungsi.

Ganjar di Magelang, Rabu(20/11) mengatakan beberapa waktu lalu tepatnya pada 17 November 2019 Gunung Merapi mengalami letusan kecil, tetapi di media ramai sehingga pihaknya mendapat telepon dari mana-mana menanyakan kebenaran hal tersebut.

“Alhamdulillah semua siap, sekarang relatif aman, sudah terjadi penurunan dan masyarakat tetap diminta jangan masuk radius 3 kilometer dari puncak Merapi, kami minta perangkat pemerintah, relawan, semua bareng-bareng mengatur masyarakat,” katanya usai menemui warga Desa Sumber, Kecamatan Dukun, yang beberapa waktu lalu terdampak hujan abu Merapi.

Ia menyampaikan terima kasih sejumlah desa di lereng Merapi ini sudah ada desa kembar dengan sejumlah desa sebagai tempat pengungsian, sehingga kalau terjadi sesuatu mereka telah berlatih untuk menuju ke tempat pengungsian tersebut.

Menurut dia jika terjadi letusan yang membahayakan pengumuman bisa menggunakan pengeras suara dari masjid-masjid dan itu cara yang paling efektif untuk membuat desa tangguh bencana.

“Insya Allah semua siap, pemerintah siap mendukung, maka kami hadir ke sini dengan bupati untuk memastikan saja, maka warga yang kami tanya soal letusan pada 17 November 2019 tidak apa-apa, itu hanya letusan kecil,” katanya.

Menurut dia kondisi sosiologis tersebut yang membuat tenang, karena ini kecil tetapi mereka tahu kemana mereka harus menyelamatkan diri seandainya terjadi sesuatu yang lebih besar, bagaimana mereka harus melayani di antara mereka, termasuk dapur umum dan sebagainya.

Ia mengingatkan para penambang karena mengeruk pasir pada musim kemarau ini kebanyakan yang ilegal nanti dioperasi, tetapi yang mendapatkan izin tolong pakai perasaan dalam menambang.

“Ini kami ingatkan saja agar tidak terjadi kerusakan yang nanti merugikan masyarakat,” katanya.(EP/Ant)

Berita terkait

Ganjar: Pendaftar Berdomisili Satu RW dengan Sekolah Otomatis Diterima

Indonesiainside.id, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 yang berdomisili satu RW dengan sekolah akan...

Status Waspada: Gunung Merapi Dua Kali Erupsi, Tinggi Kolom 6.000 Meter

Indonesiainside.id, Jakarta - Gunung Merapi, Jawa Tengah, mengalami dua kali erupsi dengan tinggi kolom mencapai 6.000 meter. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi...

Ketika Guru Harus Antar Jemput Materi Belajar Siswa, Belajar Secara Daring Hanya Impian

Indonesiainside.id, Batang - Kebijakan belajar di rumah diberlakukan bagi seluruh siswa di tingkat dasar hingga perguruan tinggi menyusul pandemi Covid-19. Metode belajar melalui media...

Jawa Tengah Belum Siap New Normal, Ganjar Pranowo: Ojo Kesusu

Indonesiainside.id, Temanggung - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada kabupaten/kota untuk tidak terburu-buru menerapkan status normal baru karena kondisi kasus Covid-19 masing-masing daerah...

Gubernur Ganjar Pranowo Minta Penerapan Normal Baru Jangan Buru-Buru

Indonesiainside.id, Semarang--Gubernur Jawa Tngah Ganjar Pranowo meminta seluruh kepala daerah di provinsi itu tidak buru-buru mendeklarasikan dimulainya penerapan protokol kehidupan normal baru saat pandemi...

Petani Jateng Sisihkan Beras dan Telur Bantu Pandemi Covid-19

Indonesiainside.id, Semarang - Para petani di Provinsi Jawa Tengah yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mendonasikan beras dan telur kepada pemerintah membantu...

Jawa Tengah Siap Ikuti Apa Pun Kebijakan Pusat tentang PSBB

Indonesiainside.id, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menjalankan apa yang menjadi keputusan pusat. Jateng akan mengikuti keputusan pusat terkait dengan rencana penerapan pembatasan...

Mahal, Ganjar Pranowo Mengaku Pernah Tolak Tawaran APD

Indonesiainside.id, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan bahwa dirinya pernah menolak Alat pelindung diri (APD) karena mahal. Serta menimbulkan praktik korupsi."Ini situasinya...

Berita terkini

WHO Akui Partikel Virus Corona dapat Bertahan Lama di Udara, dan Tetap Berbahaya jika Dihirup

Indonesiainside,id Jenewa – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengakui adanya bukti yang muncul dari penyebaran virus corona di udara, Selasa (7/7). Sebelumnya, sekelompok ilmuwan...
ads3 mekarsari

Memilukan, Ibu Hamil bersama Anak dalam Kandungan Meninggal setelah 13 Rumah Sakit Menolak untuk Merawatnya

Indonesiainside.id, New Delhi – Seorang ibu hamil dan bayi di dalam kandungannya meninggal setelah dalam satu hari, 13 rumah sakit menolak untuk merawatnya. Peristiwa...

Tommy Restui Kader Partai untuk Menjewer Anggota yang Ingin Munaslub

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), memberikan restu kepada DPP dan DPW Partai Berkarya untuk melaksanakan Musyawarah...

Gerak Cepat, Ponpes Gontor Langsung Isolasi Orang yang Berinteraksi dengan Santri Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Jakarta - Wakil Pengasuh Pondok Modern Gontor Kampus 2, Ustaz Muhammad Hudaya, membenarkan adanya satu santri Pondok Modern Gontor Kampus 2 yang positif...

Berita utama

Tommy Restui Kader Partai untuk Menjewer Anggota yang Ingin Munaslub

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), memberikan restu kepada DPP dan DPW Partai Berkarya untuk melaksanakan Musyawarah...

Partai Berkarya Siap Berkompetisi di Pilkada 2020

Indonesiainside.id, Jakarta - Partai Berkarya siap berkompetisi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 Desember mendatang. Persiapan menghadapi perhelatan politik lokal itu disampaikan dalam rapat...

Rekor Tertinggi: Gugus Tugas Laporkan 1.853 Kasus Baru Covid-19, Total 68.079 Orang Positif

Indonesiainside.id, Jakarta - Kasus pertambahan Covid-19 kembali mencatat rekor. Hari ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan kasus baru di Tanah Air mencapai 1.853...

Dukung jadi Masjid, Rusia: Pengubahan Status Hagia Sophia Hak Turki

Indonesiainside.id, Jakarta-- Pemerintah Rusia menyatakan rencana perubahan status Hagia Sophia menjadi masjid merupakan hak dan urusan dalam negeri pemerintah Turki.  Duta Besar Rusia untuk...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here