Pemprov: Masyarakat Papua Akan Lebih Hati-Hati Datangkan Investor

papua
Wilayah Papua dan Papua Barat (ilustrasi). Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi Papua akan lebih berhati-hati untuk membuka investasi di Bumi Cenderawasih. Sikap ini berangkat dari permasalahan kerusakan lingkungan akibat pengelolaan sumber daya alam yang tidak terencana di masa lalu.

Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Provinsi Papua, Freddy Molle menyatakan, masyarakat Tanah Papua memang berkeinginan untuk membuka investasi seluas-luasnya. Hal ini juga yang kerap digaungkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam berbagai kesempatannya.

Namun, Freddy mengatakan, masyarakat Tanah Papua juga menyadari pentingnya ‘investasi hijau’ di negeri mereka. “Investasi hijau di mana masyarakat sudah semakin sadar, bahwa tanahnya yang subur bisa menghasilkan komoditas hasil perkebunan dan hasil budidaya perikanan yang dapat menjadi sumber pendapatan besar bagi daerahnya,” ucap Freddy dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (3/12).

Baca Juga:  Presiden Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 4,5-5,5% Tahun Depan

Maka dari itu, Freddy menegaskan, skema investasi hijau di Tanah Papua, harus menyeimbangkan kontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Dengan begitu, masyarakat Papua akan mempunyai prinsip dan strategi pembangunan berkelanjutan.

Menurut Freddy, terdapat butir-butir dalam skema investasi hijau yang akan mengikuti Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau. “Di dalamnya memuat sejumlah strategi, bentuk intervensi, dan kegiatan yang mampu mengakomodasi sekaligus beberapa target pembangunan berkelanjutan di Papua,” ujarnya.

Freddy juga menegaskan, skema investasi hijau ini akan mendukung pengembangan komoditas unggulan melalui praktik bertani yang baik, pembangunan kapasitas masyarakat lokal, penyediaan modal tepat guna, perluasan akses pasar, dan pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here