Hadapi Ancaman Puting Beliung, Jateng Siapkan Dana Darurat Rp23 Miliar

Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto. Foto: Ade Lukmono/ Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Semarang – Sejak Oktober hingga Desember 2019, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat setidaknya 12 Kabupaten di Jawa Tengah diterjang angin puting beliung. Tidak hanya rumah, sekolah-sekolah yang ada di beberapa daerah juga terdampak angin puting beliung tersebut dan mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Beberapa daerah tersebut di antaranya Kabupaten Magelang (8 kecamatan), Kabupaten Wonosobo (8 Kecamatan), Brebes (1 Kecamatan), Boyolali (1 Kecamatan), Kabupaten Tegal (1 Kecamatan), Banjarnegara (2 Kecamatan), Karanganyar (5 Kecamatan), Batang (4 Kecamatan).

Selain itu, Kabupaten Wonogiri (4 kecamatan), Kabupaten Pemalang (1 kecamatan), Kabupaten Sragen (1 kecamatan), Kabupaten Kendal (1 kecamatan) dan Kabupaten Grobogan terjadi di beberapa desa. Sebanyak 31 bangunan roboh, dan 107 bangunan mengalami rusak berat. “Kerugian ditaksir hingga miliaran rupiah,” kata Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto, Selasa (10/12).

Sudaryanto telah menyiapkan anggaran dari biaya tak terduga sebesar Rp23 miliar. Dana tersebut disiapkan untuk diberikan kepada korban yang mengalami kerusakan akibat bencana itu.

“Namun tidak semua dibantu Pemprov. Hanya yang roboh dan juga rusak berat. Untuk rumah roboh, mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta per rumah, sementara rusak berat diberi bantuan sebeeaa4 Rp10 juta per rumah,” terangnya.

Untuk mencairkan bantuan tersebut, pihak Kabupaten/Kota harus membuat surat pernyataan darurat angin kencang. Apabila rumah yang rusak akibat angin kencang lebih dari lima, maka pemerintah daerah dapat mengajukan bantuan kepada Pemprov Jateng untuk bantuan kerusakan berat. Sementara untuk kerusakan sedang atau ringan, bantuan dapat diberikan dari Kabupaten/Kota setempat.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here