Desa Bolapapu Rawan Banjir Lumpur dari Gunung

Banjir bandang di Sigi, Sulawesi Tengah, mengakibatkan dia warga meninggal, Kamis (12/12). Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Sigi – Banjir bandang disertai lumpur dan batu besar di Desa Bolapapu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terjadi akibat luncuran air dan lumpur dari gunung. Desa Bolapapu terletak di pinggir gunung berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

Beberapa tahun silam banjir bandang juga menerjang desa di Kecamatan Kulawi itu dan ratusan kepala keluarga (KK) kehilangan rumah dan harta benda. Kamis malam (12/12), banjir bandang kembali melanda.

Dua warga meninggal dunia, 60 kepala keluarga (KK) mengungsi, dan 20 rumah rusak. Longsoran lumpur dari gunung terjadi akibat hujan deras beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan Yayasan Pusaka Indonesia, daerah tersebut saat ini ditetapkan statusnya menjadi awas. Menurut laporan fungsionaris Pusaka Indonesia, Franz Albert, yang diterima Indonesiainside.id, banjir disertai material batu dan lumpur diakibatkan hujan yang mengguyur Kulawi sejak sepekan terakhir.

Baca Juga:  BPBD Sulteng: Waspada Cuaca Ekstrem

Menurut dia, periode Oktober hingga Desember 2019 adalah musim penghujan untuk daerah kecamatan Kulawi. “Pada hari Kamis (12/12) sekitar pukul 19.00 Wita air dan mineral melimpas ke pemukiman desa Bolapapu menimbulkan banjir di Dusun III, daerah yang pada 2011 pernah mengalami banjir bandang yang menimbulkan 6 orang korban jiwa,” kata Franz melalui keterangan tertulisnya, Kamis malam (12/12).

Dia mengatakan, sebagian warga dan kelompok siaga bencana desa masih melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi. Hujan masih terus turun dan warga mengkhawatirkan kondisi lebih buruk akan tetrjadi.

Baca Juga:  BPBD Sulteng: Waspada Cuaca Ekstrem

Selain itu, sebanyak 60 keluarga (KK) telah diungsikan di SD Bala Keselamatan, dusun III desa Bolapapu. Sebagian masyarakat juga mengungsi di rumah warga dusun IV.

Kepolisian Sektor Dolo Selatan, Camat Dolo Selatan, dan kelompok siaga bencana desa terlihat berjaga dan siaga di lokasi banjir. Dia juga memaparkan kebutuhan korban banjir yang mendesak saat ini.

Kebutuhan mendesak antara lain; dapur umum, kesehatan (obat-obatan dan tenaga medis), dan kebutuhan dasar seperti makanan cepat saji dan pakaian. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here