Sedapnya, Bakso Kelapa Kreasi Gadis Manis Asli Papua

Yunita Ohee pencetus bakso kelapa muda

Indonesiainside.id, Jayapura – Siapa yang tak suka bakso, kuliner berkuah isi daging sapi giling yang sangat pas jika disantap pada musim hujan. Namun anda akan dibuat penasaran dengan bakso kreasi gadis manis di kawasan Skyline, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua ini.

Yah, bakso kelapa namanya. Kuliner kreasi Yunita Ohee berbeda dengan bakso yang dijual di pinggiran jalan. Bakso ini disajikan dengan kelapa muda segar sebagai mangkuk lengkap dengan daging kelapanya.

Untuk menambah rasa gurih, Yunita mencampurkan air kelapa muda segar dalam kuah bakso kreasinya. “Air kelapa muda segar ini saya jadikan sebagai kaldu kuah bakso, memang tidak terlalu banyak agar menghindari tekstur terlalu kental,” kata Yunita kepada Indonesiainside.id, Sabtu (14/12).

Daging bakso kelapa kreasinya, kata Yunita, didatangkan langsung dari Kabupaten Merauke. “Kalau daging baksonya, saya datangkan dari Merauke dan 100 persen daging sapi, bukan daging rusa,” bebernya.

Yunita mengaku ide membuat bakso kelapa ini terinspirasi dari sang mama yang telah menggeluti usaha es kelapa muda di kawasan Skyline, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura sejak tahun 1997. “Saya lahir dan besar dari seorang penjual kelapa muda,” akunya bangga.

Dia bercerita awal mula tercetusnya ide membuat bakso kelapa di Jayapura. Pada masa liburan sekolah, Yunita mampir di sebuah restauran yang menyajikan kuliner bakso kelapa di Jakarta pada tahun 2014 silam.

“Saya penasaran waktu itu dengan kuliner bakso kelapa, sehingga saya coba. Baksonya disajikan pada tempurung kelapa, namun isi daging kelapa sudah dibuang,” katanya.

Dari sanalah, Yunita Ohee mulai membayangkan untuk bereksperimen membuat bakso kelapa dengan mangkuk kelapa muda segar utuh dengan dagingnya. “Saya pulang ke Jayapura, kemudian berpikir kenapa tidak membuat bakso kelapa tanpa menghilangkan nilai asli dari kelapa itu. Dari situ, saya dapat ide untuk membuat bakso kelapa,” tuturnya.

Yunita mengaku eksperimen pertama disajikan untuk teman-temannya yang kebetulan jurusan tata boga. Eksperimen berlanjut dengan menawarkan kepada pelanggan dan berbuah manis. “Tanggapan dari pelanggan pertama positif, sehingga saya berani memasarkan,” kata dia

Bagi anda penikmat kuliner bakso, silahkan mampir ke kawasan Skyline pondok nomor empat dari arah Jayapura-Abepura. Untuk memudahkan pelanggan, Yunita menamainya dengan Pondok Kelapa Butterfly Skyline.

“Bakso kelapa ini sudah saya uji coba sejak tahun 2018, namun baru berani dipasarkan tahun 2019. ” ucap gadis lulusan SMK Negeri 2 Jayapura jurusan Pariwisata, 5 tahun silam seraya menambahkan sudah jatuh cinta dengan dunia bisnis.

Bakso kelapa kreasi Junita Ohee dibandrol Rp30.000 untuk setiap porsinya. Cukup terjangkau bukan untuk bakso berisi kelapa muda segar. “Pelanggan saya, anak-anak muda dan orang kantoran juga,” tutur Yunita. (Asi)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here