Sembunyikan Sabu di Pakaian Dalam, Dua Wanita Asal Thailand Diadili

Dua terdakwa penyimpan sabu di celana dalam menjalani sidang di PN Denpasar. Foto: Hari Santosa/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Denpasar – Kasarin Khamkhao (26) dan Sanicha Maneetes (27) dua wanita asal Thailand yang terjerat kasus kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 892 gram diadili di PN Denpasar, Selasa (7/1).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Sannawan,SH menjerat kedua terdakwa dengan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman kepada keduanya minimal pidana penjara selama 15 tahun.

“Terdakwa memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan Narkotika Golongan I jenis sabu tanpa ijin dari pihak berwenang,” sebut jaksa dihadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Sobandi,SH.MH.

Diuraikan, kedua terdakwa tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menumpang salah satu maskapai penerbangan, Ahad (13/10) sekitar pukul 01.30 WITA.

Saat keduanya melewati pos pemeriksaan dan barang, petugas Pelaksanaan Pemeriksaan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Pabean Bea dan Cukai Ngurah Rai, Ni Nyoman Ayu Puspita Dewi dan Atika Fitri Ayu Apsari curiga dengan gerak-gerik keduanya.

Selanjutnya kedua terdakwa dibawa ke sebuah ruangan untuk dilakukan pemeriksaan. Di sana keduanya diminta melepas seluruh pakaian yang dikenakan.

Kecurigaan petugas terbukti, dari Kasarin Khamkhao didapati satu bungkusan warna coklat menyerupai kapsul di dalam celana dalam yang dipakai terdakwa.

Sedangkan dari Sanicha Maneetes, ditemukan dua bungkusan warna coklat menyerupai kapsul. Sama, barang tersebut disembunyikan di dalamcelana dalam yang dipakai terdakwa. “Dari kedua terdakwa ini didapati berat sabu mencapai 892 gram,” sebut jaksa.

Kepada petugas, kedua terdakwa mengaku barang tersebut diperoleh dari seorang laki-laki di Thailand bernama Boss, untuk dikirim kepada seseorang di Bali. Namun belum sempat menerima kontak untuk meluncurkan sabu kepada pemesan sudah diamankan petugas. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here