Menunggak Bayar Kos, Bambang Rela Jadi Kurir Sabu-sabu

Terdakwa kurir sabu-sabu sebelum menjalani sidang. Foto: Hari Santosa /Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Denpasar – Bambang Sutrisno (37) terjerat dalam lingkaran bisnis sabu-sabu lantaran hal sepele. Awalnya dia menunggak biaya bayar kos-kosan yang besarannya Rp1 juta. Dari sana ia ditawari untuk menjadi kurir sabu.

Kronologi kasus ini bermula ada panggilan masuk ke ponselnya Selasa (11/6/2019). Dalam obrolan terdakwa ditanya apakah butuh uang dan dijawab, “ya butuh uang untuk bayar tunggakan kos” kata terdakwa.

Si penelepon kemudian meminta nomor rekening terdakwa.

Esok harinya orang tersebut kembali menghubungi terdakwa dan menyuruhnya mengambil barang titipan di Jalan Gunung Agung, Denpasar berupa 1 tas kain warna hijau yang di dalamnya berisi 1 bendel plastik klip bening, 1 lakban bening yang ternyata berisi narkotika jenis sabu.

Saat dalam perjalanan membawa sabu itu, di sana, terdakwa langsung dibekuk petugas kepolisian.

Kasus ini kemudian disidangkan kemarin di Pengadilan Negeri Denpasar.

Dalam jalannya sidang Majelis Hakim menilai perbuatan terdakwa bersalah setelah kedapatan membawa dan sebagai perantara sabu yang beratnya 99,82 gram netto.

Majelis Hakim yang diketuai IGN Putra Atmaja,SH.MH menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 10 tahun, serta denda sebesar Rp1 miliar yang dapat digantikan dengan hukuman penjara selama 6 bulan.

“Mengadili terdakwa bersalah telah melawan hukum, menguasai dan sebagai perantara narkotika jenis sabu yang beratnya melebihi 5 gram,” kata hakim di ruang sidang Candra, PN Denpasar.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here