Populasi Sulut Naik Lebih 2 Persen, BKKBN Sebut Penggunaan Kontrasepsi Turun

Peluncuran logo baru BKKBN. Foto: instagram

Indonesiainside.id, Manado – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara mengakui adanya peningkatan di atas 2% dari populasi penduduk daerah ini. Peningkatan ini, menjadi pekerjaan rumah BKKBN yang perlu ditindaklanjuti.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju menuturkan berdasarkan Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia atau SDKI tahun 2017, total fertility rate (TFR) sebesar 2,2. Survei Kinerja Akuntabilitas Pemerintah atau SKAP juga menunjukan ada peningkatan dari 2,34 ke 2,54.

Dia menambahkan TFR di atas 2% tak bisa disamakan dengan angka populasi penduduk yang ada di Jawa. “Populasi penduduk Provinsi Sulut dengan provinsi lainnya kan beda, apalagi dengan provinsi yang cukup besar wilayahnya,” sebut Tino, Sabtu (18/1).

Kata Tino, peningkatan ini disebabkan menurunnya penggunaan alat kontrasepsi. “Untuk sekarang ini, anak-anak milenial jangan didoktrin dengan dua anak cukup. Makanya perlu diadakan rebranding seperti berencana itu keren,” tambah dia.

“Tujuan rencana ini supaya mereka terbiasa dari awal untuk merencanakan yang namanya berkeluarga. Dampaknya juga akan luar biasa dengan perencanaan tersebut,” lanjutnya. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here