Gagal Beli Senjata, Komandan KKB di Intan Jaya Tewas Tertembak

NM, Komandan KKB wilayah Intan Jaya, Papua. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Nabire – Tim gabungan TNI-Polri menyergap petinggi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Intan Jaya. Penyergapan terhadap petinggi KKB ini dilakukan saat ia hendak membeli senjata di Kampung Nifasi Pantai Nusi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua, Senin (20/1).

Dalam penyergapan itu, aparat gabungan terpaksa mengeluarkan tembakan hingga menewaskan NM (35) yang ditengarai merupakan Komandan Operasi Umum KKB di wilayah Mepago Kodap 29, Intan Jaya, Papua. Sementara dua pengikut NM berhasil meloloskan diri dengan menaiki bukit.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Humas Polda Papua, pengintaian terhadap pergerakan NM dan pengikutnya yang hendak melakukan transaksi jual beli senjata, telah dilakukan sejak pukul 04.00 WIT.
Dua jam kemudian, tepatnya pukul 06.00 WIT, Tim gabungan TNI-Polri bergerak menuju Pantai Nusi yang terletak di Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire yang ditengarai menjadi lokasi transaksi jual beli senjata.

Pukul 08.50 WIT, tim gabungan TNI-Polri Nabire melihat NM dan dua pengikutnya mengendari mobil dari arah Pantai Nusi hendak menuju kearah Kota Nabire. Sepuluh menit kemudian, tim gabungan melakukan penghadangan dengan menggunakan dua mobil dari arah depan dan belakang.

Aparat sempat mengeluarkan dua kali tembakan, namun tidak dihiraukan NM dan pengikutnya. Dua pengikut NM berhasil kabur ke arah bukit, sedangkan NM berhasil dilumpuhkan saat kabur ke arah semak-semak.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, NM meninggal akibat luka tembak pada bagian pinggang. “NM ditembak karena melarikan diri ke arah semak-semak saat penangkapan,” kata Kamal, Rabu (22/1) malam.

Menurut Kamal, NM ditangkap saat hendak membeli senjata dan amunisi yang akan dikirim ke kelompoknya yang berada di Sugapa, Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya. NM sendiri merupakan komandan operasi umum di Wilayah Mepago Kodap 29.

Barang bukti milik KKB. Foto: Istimewa

“Dia ini memiliki peran yang strategis sebagai pengendali kegiatan KKB di wilayah Intan Jaya. Perannya juga sebagai penyuplai bahan makanan (bama), senjata dan amunisi untuk kebutuhan KKB di wilayah Intan Jaya,” beber Kamal.

Dalam penyergapan itu, aparat mengamankan senjata rakitan jenis laras panjang serta dua butir amunisi kaliber 5,56 mm. “Ada senjata ditemukan di lokasi, kemudian sebuah ponsel genggam, dua buku tabungan, satu buku catatan dan uang tunai sebesar Rp500 ribu,” terangnya.

Mantan Wakapolresta Depok ini menambahkan, tim gabungan saat ini masih melakukan pengejaran terhadap dua orang lainnya yang berhasil kabur. Sementara jenazah NM telah dibawa ke RSUD Nabire untuk kepentingan penyelidikan. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here