Ancaman Virus Corona Tak Pengaruhi Penjualan Kelelawar di Tomohon

Daging kelelawar di pasar ekstrem Tomohon tetap diminati masyarakat. Foto: Ronald Ginting/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Manado – Sebagian pihak di Wuhan, Cina mempercayai asal usul virus corona dari hewan liar seperti kelelawar yang biasa disantap masyarakat di sana. Informasi ini ternyata tak mempengaruhi pasar ekstrem di Manado, penjualan kelelawar di sini tak terpengaruh.

Kebiasaan itu kurang lebih sama seperti masyarakat Sulawesi Utara. Bahkan di Kota Tomohon, Sulawesi Utara ada satu pasar yang sangat dikenal karena menjual beberapa daging hewan ekstrem, seperti daging hewan anjing, kucing, babi, kelelawar, tikus hutan ekor putih, ular piton, dan masih banyak lainnya. Karena itu masyarakat banyak menyebut pasar di sana sebagai pasar ekstrem.

Pantauan Indonesiainside.id, kabar virus korona di Wuhan tidak mempengaruhi penjualan di pasar ekstrem tersebut. Masyarakat masih banyak yang membeli daging kelelawar atau dalam keseharian orang Manado menyebutnya dengan daging paniki.

Baik pembeli dan penjual yang sempat ditanyakan, ada yang mengaku tidak tahu dengan informasi itu, tapi ada juga yang tidak khawatir dengan virus korona tersebut. Alhasil transaksi pun sama seperti hari-hari sebelumnya.

Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pertanian dan Perikanan berupaya mencegah virus itu dengan memerintahkan Kepala Pusat Kesehatan Hewan yang berkantor persis di sebelah pasar ekstrem. Sayangnya hewan-hewan di pasar tersebut tidak melewati proses pemeriksaan, karena banyak berasal dari luar Sulut.

“Hewannya dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan ada juga dari Sulawesi Tenggara sampai ke Gorontalo. Makanya agak susah kami mengadakan pengawasan. Sejauh ini hanya jika ada keluhan dari penjual atau tim pengawas baru kami lakukan,” tukas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Tomohon Steven Waworuntu, Jumat (24/1)

Di sisi lain, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tomohon dr. Maria Sugiarto mengatakan Dinas Kesehatan Kota Tomohon terus melakukan sosialisasi dan imbauan ke puskesmas-puskesmas dan rumah sakit tentang virus korona ini.

Imbauan juga sampai kepada pedagang di pasar. Bahkan pengawasan kepada turis Cina yang berkunjung ikut dilakukan.

“Walaupun turis sudah dideteksi di bandara Sam Ratulangi Manado saat datang, tapi tidak ada salahnya kita awasi saat mereka datang ke Tomohon,” imbuh Maria. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here