Rehabilitasi Narkoba Dipenuhi Anak Belasan Tahun, BNN Manado Fokus ke Pelajar

Kepala BNNK Manado Reino Bangkang didampingi 3 kepala seksi. Foto: Ronald Ginting/Indonesiainside.id.

Indonesiainside.id, Manado – Badan Narkotika Nasional Kota Manado sepanjang 2019 kemarin, merehabilitasi 89 orang yang ketergantungan narkotika dan zat adiktif. Dari 89 orang yang tengah ditangani, ada 64 orang yang ternyata berusia belasan tahun. Persoalan yang sering ditangani BNNK Manado dari puluhan remaja itu yakni ketergantungan zat adiktif jenis lem aibon.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala BNNK Manado Reino Bangkang, mengungkapkan akan lebih fokus aktif sosialisasi di lingkungan pendidikan. Sebab anak-anak yang ada di bangku sekolah adalah aset bangsa yang harus dicegah jangan sampai terkena dampak narkoba dan zat adiktif.

“Kita bekerjasama dengan sekolah dan mendatangi langsung ke sekolah-sekolah. Nah, saat di sekolah kita sosialisasi melalui alat-alat peraga, turut ambil bagian dalam program-program di sekolah, serta beberapa upaya lainnya,” jelas Reino kepada wartawan di Kantor BNNK Manado, Kamis (6/2).

Selama ini, kata Reino, sudah dilakukan upaya tersebut. Bahkan BNNK Manado seringkali menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah, dan setelah itu tak jarang dilanjutkan dengan pemeriksaan bawaan siswa serta tes urin.

“Itu semua kami akan lakukan juga tahun ini. Bahkan lebih intens lagi,” ujar Reino.

Reino bersyukur saat ini ada upaya Pemerintah Kota Manado untuk menerbitkan Peraturan Wali Kota terkait dengan upaya pemberantasan narkoba dan zat adiktif di Manado. “Semoga cepat dikeluarkan oleh Wali Kota Manado,” tambah dia lagi.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here