Pedagang di Sulut Diminta Tidak Permainkan Harga Bawang Putih

Ilustrasi bawang putih. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Manado – Harga bawang putih di pasar tradisional dan di pasar ritel modern yang ada di Kota Manado naik siginifikan. Hal ini akibat penutupan impor yang dipicu wabah virus Corona di Cina. Karena itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Ronny Erungan meminta pedagang di sentra perdagangan Kota Manado tidak mempermainkan harga bawang putih. Selain itu masyarakat diimbau jangan panik dan membeli dalam jumlah banyak.

“Disperindag Sulut pasti tindak tegas pedagang yang seenaknya mempermainkan harga bawang putih,” tegas Ronny di Manado, Jumat (7/2). Biasanya harga bawang putih di kisaran Rp40.000 per kilogram kini sudah di kisaran harga Rp60.000 sampai dengan Rp62.500 per kilogram.

Dia menjelaskan stok bawang putih secara nasional mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. “Termasuk stok di sini (Sulut) juga banyak, jadi masyarakat jangan khawatir,” tutur dia.

Dia menjelaskan berdasarkan keterangan Kementerian Pertanian, sisa stok impor bawang putih di 2019, masih ada 60.000 ton, dan diperkirakan bakal ketambahan 60.000 ton dari panen produksi dalam negeri pada Maret nanti.

“Pemantauan harga di pasar tradisional maupun swalayan tetap kami lakukan,” tambahnya.

Sementara itu, ekonom Sulut Gerdy Worang meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, harus segera bergerak cepat. Hal ini agar harga bawang putih tidak semakin naik.

“Komoditi pertanian dan komoditi perdagangan bila tak dikontrol dengan baik, maka efeknya dapat mengakibatkan inflasi yang cukup dalam. Dan masyarakat yang pasti akan dirugikan saat harga semakin melonjak,” tukas Worang, Jumat (7/2).

Worang menyentil tugas, pokok, dan fungsi dua kepala dinas itu, yang perlu mengetahui dengan cepat bila ada kenaikan harga. “Intinya kedua kepala dinas yang saya sebutkan itu harus mengetahui semua tentang holtikultura termasuk penyebab kenaikan harga. Mereka harus kuat manajerial, termasuk memikirkan kebijakan yang tepat mengantisipasi inflasi,” tambah Worang.

Dia pun meminta masyarakat diedukasi untuk menanam komoditi pertanian, supaya persediaan tidak bergantung dari luar daerah maupun luar negeri. “Segera intensifikasi penanaman komoditi. Apalagi lahan di Sulawesi Utara masih terbilang banyak,” tutupnya. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here