Pemprov Bali Kampanye Daging Babi Aman Dikonsumsi

Ilustrasi babi. Foto: Net

Indonesiainside.id, Denpasar – Peternak di Bali dalam sebulan terakhir ini sempat dibuat panik karena ada ratusan babi yang mati dalam waktu yang bersamaan. Kini setelah berbagai upaya pencegahan, kasus kematian babi di Bali ini mulai berkurang, bahkan nihil atau sudah tidak ada. Dan Pemprov Bali menggelar kegiatan kampanye dengan slogan “daging babi aman dikonsumsi asalkan diolah melalui proses memasak yang benar”.

Isu wabah African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan kematian ternak babi di Bali disikapi serius oleh Pemerintah Provinsi Bali. Setelah melakukan sejumlah langkah antisipasi hingga kematian babi dapat dikendalikan, Pemprov Bali berupaya memulihkan kepercayaan masyarakat agar tak khawatir mengkonsumsi daging babi.

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan kampanye yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali ini bertujuan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mengkonsumsi daging babi di tengah isu adanya virus ASF ini masih tetap aman, asal dagingnya dimasak secara benar, sampai benar-benar matang. “Karena virus ini mati jika dimasak dengan temperatur tertentu,” katanya.

Sampai dengan saat ini, status virus ASF di Daerah Bali masih suspect, belum positif. Balai veteriner yang ada di Bali sudah mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium, namun belum bisa memastikan sehingga dikirim lagi ke balai veteriner yang ada di Medan. Hal ini mengingat, wabah ASF sudah duluan ada di Medan, dan sudah ada penanganan sehingga telah berpengalaman untuk mengindentifikasi virus ini.

“Meskipun statusnya suspect, namun karena sudah menyebabkan kematian babi dalam jumlah yang cukup signifikan yaitu 888 ekor, kasus ini tentu kita harus waspadai. Media hati-hati dalam memberi informasi, karena dalam kasus penyebaran virus ada beberapa tahapan, yaitu dalam pengasawan, suspect (diduga) dan terakhir baru positif. Jangan langsung menyebut positif meskipun gejalanya mirip,” ungkapnya.

Untuk penentuan status suspect hingga positif, harus melalui proses uji laboratorium dulu. Selain upaya penanganan, yang lebih penting adalah upaya pengendalian yang dilakukan saat ini. “Kawan-kawan di dinas mulai provinsi hingga kabupaten/kota dan veteriner terus melakukan upaya untuk meredam penyebaran virus ini dibantu kementerian pertanian khususnya dirjen peternakan dan kesehatan hewan.
Sejalan dengan upaya pengendalain, dilakukan pula edukasi masyarakat supaya memilih pakan babi yang sehat. Kalau memberi pakan dari sisa makanan dari warung, rumah tangga atau hotel, pastikan dimasak hingga mendidih,” katanya.

Selain itu, kebersihan kandang babi juga harus diperhatikan. Sesering mungkin semprot kandang dengan disinfektan yang sudah dibagikan secara gratis oleh dinas pertanian.
Upaya pengendalian yang dilakukan kata dia telah membuahkan hasil, karena beberapa hari terakhir tak ada lagi laporan kematian babi. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here