Pangdam Cenderawasih Sebut Evakuasi Heli MI 17 di Papua Mengancam Keselamatan Tim

Lokasi jatuhnya Helikopter MI 17 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Oksibil – Tim evakuasi akhirnya menjangkau lokasi jatuhnya Helikopter MI 17 di lereng tebing Pegunungan Mandala, Papua, Jumat (14/2) pagi. Siapa sangka jika proses evakuasi sangat berisiko hingga mengancam keselamatan anggota tim. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab mengatakan, medan yang sulit dapat mengancam keselamatan para prajurit yang melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya Heli MI 17. Menurutnya, tugas tim evakuasi sangat berisiko.

“Mengingat medan yang demikian sulit, apa yang para prajurit lakukan bukanlah hal yang mudah, bahkan sesungguhnya tugas ini sangat berisiko tinggi terhadap keselamatan diri mereka,” tutur Mayjen Herman Asaribab seperti dikutip dalam siaran pers yang dikeluarkan Pendam Cenderawasih, Jumat (14/2).

Pangdam pun mengapresiasi tim evakuasi atas ditemukannya 12 jenazah penumpang Helikopter MI 17 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua yang telah hilang sejak Juni 2019.

“Hari ini kita patut bersyukur atas ditemukannya 12 jenazah korban Heli MI 17 yang dinyatakan hilang sejak Juni tahun lalu. Saya sangat bangga dengan dedikasi yang telah ditunjukkan baik prajurit TNI maupun Polri yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi ini,” ucap Jenderal putra Papua ini.

Selain menyampaikan terima kasih kepada prajurit TNI maupun Polri, mantan Pangdam Tanjungpura ini juga memberikan penghargaan kepada Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka beserta jajarannya.
Demikian juga kepada para tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang telah membantu Kodam XVII/Cenderawasih sejak awal pencarian hingga ditemukannya jenazah.

“Tidak lupa terima kasih saya sampaikan kepada PT Demonim Air dan PT Intan Angkasa yang telah mengerahkan heli beserta crew-nya untuk mendukung proses pencarian maupun evakuasi korban hingga sekarang,” tuturnya.

Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi mengungkapkan, lokasi jatuhnya Heli MI 17 dapat dijangkau dengan menggunakan udara. Tim evakuasi harus mendaki lereng Pegunungan Mandala kurang lebih selama 5 jam dari base camp di kaki Pegunungan Mandala.

“Tim evakuasi dari Yonif 751 Raider tiba di lokasi puing setelah berjalan mendaki selama kurang lebih 5 jam dari base camp yang dirikan sejak Kamis (13/2). Mereka sebelumnya diturunkan dari helikopter,” kata Dax.

Helikopter MI 17 Penerbad No Reg HA 5138 dinyatakan hilang sejak tanggal 28 Juni 2019. Heli dinyatakan lost contact ketika terbang dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan dropping logistik bagi pos TNI yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Heli tersebut mengangkut tujuh crew Penerbad dan lima prajurit Satgas Yonif 725/Wrg. Helikopter akhirnya ditemukan di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, 10 Februari. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here