Pembangunan Pelabuhan Benoa, DPR RI: Cruise Besar Bisa Sandar, Wisatawan Bisa Belanja

I Nyoman Parta bersama Menteri BUMN Erick Thohir usai meninjau Pelabuhan Benoa. Foto: Hari Santosa/ Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Denpasar – Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta mendukung pengembangan pelabuhan Benoa yang sedang dikerjakan PT. Pelindo. Hal itu disampaikan Parta usai mendampingi Menteri BUMN RI Erick Thohir meninjau proyek pengembangan Pelabuhan Benoa, Jumat (14/2). “Pelabuhan Benoa memang harus dilakukan pengembangan. Dari masterplan-nya sudah memenuhi harapan kami,” kata Parta.

Wakil rakyat asal Desa Guwang, Gianyar ini mengatakan, pengembangan pelabuhan Benoa itu termasuk perluasan pelabuhan lautnya, agar bisa disandar kapal pesiar (cruise) yang berukuran besar. “Bali harus memiliki pelabuhan untuk Cruise yang berpenumpang besar. Selama ini kebanyakan cruise wisatawan yang berlabuh di Benoa tidak turun ke Bali karena harus antar jemput dengan kapal-kapal kecil. Wisatawan tidak nyaman akhirnya mereka menilih tinggal dalam kapal karena kapalnya tidak bisa merapat ke dermaga,” jelas Parta.

Pengembangan Pelabuhan Benoa yang ditargetkan selesai pada tahun 2023 itu diprediksi bisa menghadirkan 3,2 juta wisatawan per tahun. “Jadi sesuatu yang sangat menjanjikan buat Pariwisata,” ujar Parta.

Politikus PDI perjuangan ini juga mengatakan, dalam masterplannya, di pelabuhan Benoa juga akan dibangun stand UKM dan kuliner ikan. Ini sangat menguntungkan bagi pengusaha kecil atau UKM. “Karena wisatawan cruise waktunya hanya 6 sampe 8 jam, jadi butuh tempat untuk membeli makan dan souvenir,” katanya.

“Selain itu, pelabuhan Benoa itu dirancang untuk jadi tempat terbuka hijau, open space, tempat rekreasi. Jadi akan banyak pengunjung datang, mereka juga belanja souvenir atau menikmati kuliner ikan di sana,” pungkas Parta. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here