Pemprov Sulut: Masyarakat Tak Perlu Khawatir dengan Persediaan Bawang

Persediaan bawang putih di distributor. Foto: Ronald Ginting/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan masyarakat tak perlu khawatir dengan persediaan bawang merah dan putih. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara Edwin Kindangen di sela-sela pemantauan harga dan persediaan bawang, cabai, dan tomat di Pasar Bersehati, Manado, Jumat (14/2). Edwin berujar isu yang mengatakan stok bawang tidak ada jangan dipercaya. Sebab stok di pengecer maupun di distributor terbilang banyak.

“Dengan melihat langsung di pasar dan di distributor dapat saya katakan kebutuhan masyarakat akan bawang merah dan bawang putih masih tersedia,” tukas Edwin.

Ditambahkannya bahwa pengangkutan bawang bisa menghabiskan waktu sampai dengan 3 hari, karena harus menggunakan jalur darat menuju ke Enrekang, Sulawesi Selatan. “Itu mengapa distributor mengambil dengan harga Rp38.000 perkilogram dari sana dan dijual ke pengecer menjadi Rp42.000 sampai dengan Rp48.000 perkilogram,” jelas Edwin.

Harga yang dilepas ke pengecer, sebut dia lagi, disesuaikan dengan saat hari pengambilan dari Enrekang. “Saya tak mau berspekulasi kalau ditanyakan apakah ada permainan pasar sehingga harga fluktuatif. Kalau itu butuh investigasi lebih jauh,” tambahnya.

Dia mengakui pada saat ini ada fluktuasi harga yang membuat beberapa masyarakat menjerit kemahalan. Namun ia yakin jika masalah ini akan cepat teratasi. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here