MAKI Layangkan Praperadilan Dugaan Korupsi Dana Hibah Yayasan Al-Makruf

Boyamin Saiman
Kordinator MAKI Haji Boyamin Saiman. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Denpasar – Sebuah yayasan yang menamakam dirinya sebagai Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dan LP3HI melayangkan gugatan kepada Kejari Denpasar dan Kejati Bali atas penyidikam kasus dugaan korupsi dana hibah dan biaya xiarah wali songo di Yayasan Al Ma’ruf senilai Rp200 juta.

Seperti diketahui Kasus dugaan korupsi di Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar sebelumnya sudah menetapkan tiga tersangka yairu, H. Miftah Aulawi Noor dengan dibantu H. Mohamad Saifudin selaku Pembina Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar, dan Supeni Mayangsari alias Ibu Jero.

MAKI dan LP3HI mengajukan gugatan praperadilan melawan Kajari Denpasar dan Kajati Bali ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Gugatan dilakukan dikarenakan Kajari Denpasar yang saat itu dijabat dijabat Sila Pulungan Haholongan menghentikan penuntutan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah pengadaan perjalanan ziarah Wali Songo dan pengadaan pakaian dari Pemerintah Kota Denpasar Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp200 juta kepada Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar.

Koordinator MAKI Haji Boyamin Saiman saat dihubungi melalui via selulernya mengatakan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Denpasar menyatakan optimis gugatannya dikabulkan. Karena menurutnya dalam kasus korupsi pengembalian kerugian negara tidak serta merta dapat menghapus tindak pidananya. Itu semua sudah jelas di pasal 4 dengan bunyinya: Pengembalian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidakan pelaku tindak pidana sebagai dimaksut dalam pasal 2 dan pasal 3.

“Dan itu ada di undang-undang kita, bukan hanya pendapat lho. Kalau pendapat orang dapat berspekulasi. Dan pasal itu pernah diuji di Mahkamah Konstitusi. Artinya, ketika sudah mengambil uang negara meskipun besok dikembalikan itu sudah perbuatan korupsi,” ucapnya, Sabtu ( 15/2 ).

Apalagi lanjutnya jika kasus tersebut sudah masuk ke ranah hukum, maka tidak ada alasan untuk menghentikan kasus tersebut. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here