11 Nelayan Aceh Ditangkap Thailand Pernah Mengalami Kejadian Serupa

Konsulat RI menjenguk para nelayan asal Aceh di penjara Thailand. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Banda Aceh – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, Alhudri, melaporkan 33 WNI yang ditangkap otoritas keamanan laut Thailand diduga terkait kasus pencurian ikan. Peryataan itu terungkap berdasarkan laporan perkembangan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia yang dikirim melalui surat kepadanya pada 7 Februari 2020.

Saat ini, kasus tersebut masih berada dalam proses sidik pihak kepolisian Phang Ngah. Masa pemeriksaan tersebut akan memakan waktu 48 hari dan dapat diperpanjang.

“Tuduhan yang dijatuhkan ialah pelanggaran UU Perikanan, karena kapal dilengkapi alat pencarian ikan berupa trawl, alat navigasi dan sejumlah besar awak kapal untuk ukuran kapal nelayan tradisional sehingga ditemukan bukti kuat adanya pencurian ikan di ZEE Thailand,” kata Alhudri kepada awak media di ruang kerjanya, Dinsos Aceh, Banda Aceh, Senin (24/2).

Alhudri menjelaskan, dari total 33 nelayan tersebut, 11 diantaranya ternyata pernah mengalami kejadian serupa. Mereka pernah ditangkap, namun lansung dipulangkan pada tahun lalu. Selain itu, pemilik KM Perkasa dan KM Mahesa asal Kabupaten Aceh Timur yang disita Thailand juga kepemilikan orang yang sama.

“Kedua kapal tersebut berasal dari Aceh Timur dan dari Tekong yang sama melakukan pelanggaran pada tahun lalu sebanyak 11 orang,” sebutnya.

KRI Songkhla telah memfasilitasi pemilik kapal (tekong) untuk bertemu dengan seluruh WNI yang ditangkap keamanan laut Thailand pada 21 Januari 2020 lalu. Kemudian, pemerintah pusat juga meminta pemilik kapal untuk mengayomi keluarga para nelayan.

“Saat ini pihak Kemlu dan KRI Songkhla terus memantau proses sidik pertama selama 48 hari dan pelimpahan kasus dr polisi ke jaksa. Mereka juga telah mempersiapkan pendamping hukum jika kasus ini sudah dilimpahkan ke pengadilan,” katanya.

Seperti diketahui, ke-33 WNI yang ditangkap otoritas keamanan laut Thailand pada 22 Januari 2020 di perairan Andaman, Thailand terdiri dari 29 warga asal Kabupaten Aceh Timur, masing-masing satu orang asal Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, serta satu orang warga Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Dari 33 nelayan tersebut, tiga orang diantaranya masih di bawah umur. Saat ini para nelayan ditahan dalam penjara di Provinsi Phang Nga, kecuali yang masih di bawah usia. Dikabarkan, mereka di sana sekarang juga dalam keadaan sehat. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here