Pelajar SMA di Jayapura Mencekik Perawat hingga Meninggal dan Menggagahinya

Ps Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav Robby Urbinas (dua dari kanan) menunjukan barang bukti pembunuhan. Foto: Achmad Syaiful/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jayapura – Tragis menimpa perawat RSUD Jayapura, Rita Pasau. Wanita 48 tahun ini dicekik hingga meregang nyawa oleh pelajar berinisial AKD (16) lantaran memergoki aksi pencuriannya, Ahad (23/2).
Selain menggasak barang berharga, pelaku juga menggagahi jasad korban yang sudah lemas tak bernyawa di Kompleks Perumahan Organda, Padang Bulan, Kelurahan Hedam, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua. Jasad korban ditemukan tiga hari kemudian dalam kondisi membusuk dalam kamar.

Pejabat Sementara (Ps) Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav Robby Urbinas dalam keterangan persnya, Sabtu (29/2) mengaku prihatin dengan kasus ini. Pelaku pembunuhan dan pemerkosaan masih berstatus pelajar kelas XI di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jayapura.

“Pelaku ditangkap di sekolahnya Jumat (28/2) kemarin. Dia (pelaku) ditangkap tanpa perlawanan disaksikan pihak sekolah,” tutur Gustav seraya menjelaskan pengungkapan kasus ini hasil penyelidikan tim gabungan Polresta Jayapura Kota dibantu Polda Papua.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui telah membunuh dan memperkosa korban dalam kamar. Tindakan ini dilakukannya karena panik melihat korban berteriak saat memergokinya berada di rumah.
“Motifnya itu pencurian, namun pelaku ini panik saat aksinya dipergoki korban yang berteriak minta tolong. Pelaku mendorong korban hingga jatuh terlentang di atas tempat tidur, kemudian mencekik hingga korban lemas,” terangnya.

Selain mencekik, lanjut Gustav, pelaku juga memukul mulut serta rusuk korban menggunakan tangan hingga kesakitan. Fakta ini dikuatkan hasil autopsi terhadap jasad korban ditemukan luka pada rusuk serta bekas cekikan pada leher.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here