Lagi, Puluhan Nelayan Asal Aceh Ditangkap di Thailand

Konsulat RI menjenguk para nelayan asal Aceh di penjara Thailand. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Banda Aceh – Nelayan asal Aceh kembali ditahan oleh otoritas keamanan laut Thailand. Kali ini, sebanyak 29 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur kembali mereka tahan. Diduga, mereka ditangkap karena melintasi zona perairan tanpa izin.

Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek mengungkapkan, para nelayan itu ditangkap ketika berlayar menggunakan KM Tuah Sultan Baru milik Muhammad Amin, warga Gampong Seuneubok Baroh, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.

“Laporan pengurus kapal, yang ditangkap itu kapal ikan yang berpangkalan di PPN Idi,” ujar Miftach kepada wartawan, Rabu (11/3).

Cut Adek menuturkan, kapal tersebut dinakhodai oleh Muhammad Faidan. Mereka awalnya berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Aceh Timur pada Minggu, 1 Maret 2020 sekitar pukul 14.10 WIB dengan jumlah awak kapal sebanyak 29 orang.

“Setelah melakukan penangkapan ikan, kapal tersebut melakukan bongkar muat ikan PPS (Pelabuhan Perikanan Sumatera) Kutaraja Banda Aceh,” kata Cut Adek.

Dia melanjutkan, setelah bongkar muat ikan di PPS Kutaraja Lampulo, kapal kembali bertolak pada Rabu, 4 Maret 2020 pukul 11.56 WIB. Selain itu, kata dia, untuk menangkap ikan, para nelayan tersebut menggunakan purse saine atau pukat cincin pelagis kecil.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, penangkapan tersebut terjadi pada Senin (9/3). Saat ini, kapal dan penumpang sudah dibawa ke Provinsi Phang Ga, oleh otoritas keamanan laut Thailand.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia menyebutkan, terdapat 33 nelayan Indonesia yang ditahan otoritas negara Thailand pada 21 Januari 2020. Dari jumlah tersebut, tiga orang diantaranya masih di bawah umur.

“Dari total 33 nelayan yang ditangkap, 30 orang di antaranya saat ini berada di penjara Phang Nga. Sementara itu, tiga orang lainnya (di bawah umur) berada pada rumah penitipan di Phuket,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, Alhudri, saat membacakan surat dari Kemenlu di ruang kerjanya, Banda Aceh, Senin (24/2).

Adapun para nelayan tersebut berasal dari Kabupaten Aceh Timur sebanyak 28 orang, Aceh Utara satu orang, Aceh Tamiang satu orang, Pidie Jaya satu orang dan asal Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, satu orang. Alhasil, atas dua peristiwa tersebut, hingga saat ini total warga Aceh yang ditahan oleh Thailand mencapai 61 orang.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here