Jual Amunisi dan Senjata ke KKB, Oknum TNI Dipecat dan Dihukum Penjara Seumur Hidup

Putusan ini dibacakan Hakim Ketua Letkol Chk, Agus P Wijoyo didampingi Hakim anggota Mayor Chk Dendy Suryo Saputro, dan Mayor Laut Muhammad Zainal Abidin sedang membacakan putusan kepada Pratu Demisla Arista Tefbana di Pengadilan Militer III-19, Jayapura, Kamis (12/3). Foto: Achmad Syaiful/ Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jayapura – Oknum anggota Intel Kodim 1710 Mimika, Pratu Demisla Arista Tefbana dijatuhi hukuman penjara seumur dan pemecatan dari TNI, karena menjual senjata api dan ribuan amunisi kepada warga sipil di Papua.  Putusan ini dibacakan Hakim Ketua Letkol Chk, Agus P Wijoyo didampingi Hakim anggota Mayor Chk Dendy Suryo Saputro, dan Mayor Laut Muhammad Zainal Abidin di Pengadilan Militer III-19, Jayapura, Kamis (12/3).

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak membawa, menyimpan dan menyerahkan senjata dan amunisi. Dua, mempidana terdakwa dengan pidana pokok penjara seumur hidup dan pidana pokok dipecat dari dinas militer,” ucap Hakim Ketua, Letkol Chk, Agus P Wijoyo membacakan putusan, Kamis malam.

Dalam sidang itu terungkap, penjualan amunisi oleh Pratu Demisla telah berlangsung selama kurun waktu satu tahun, mulai dari Juni 2018 hingga Juni 2019. Awalnya Pratu Demisla mengenal Moses Dwijangge saat bertugas di Distrik Jita, Mimika. Moses Dwijangge yang menjabat Kepala Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) sanggup membeli amunisi dengan harga Rp 100 ribu untuk setiap butir. Sementara senjata diharga Rp50 juta.

Mendengar tawaran Moses Dwijangge, Pratu Demisla menyanggupinya dan berhasil menjual 1.300 amunisi. Ribuan amunisi ini diperoleh dari rekan-rekan sesama anggota TNI dengan jumlah bervariasi. Adapun rinciannya, 220 butir dari Pratu Anderson Pere Thomas, 130 butir dari Prada Deki Chirstian Lasi, 86 butir dari Pratu Elias Karopasi S Waromi dan 150 butir dari Pratu Methu Salak Lena.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here