Polisi Tetapkan 15 Tersangka Baru Terkait Perusakan Kantor Bupati Waropen

Aksi perusakaan dan percobaan pembakaran Kantor Bupati Waropen. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jayapura – Penyidik Satuan Reskrim Polres Waropen menetapkan 15 tersangka baru terkait aksi perusakan dan percobaan pembakaran Kantor Bupati Waropen, Papua, pada Jumat (13/3).  Mereka ditetapkan tersangka usai menjalani pemeriksaan pada Rabu (11/3) dan Kamis (12/3). Adapun identitas tersangka yakni, HM (34), SM alias Sumbo (27), A alias Yusak (43), DH (35), AA (35), AB (48), PB (22), ES alias Edi (21), WB (32), PT (30), AD, FD, DA, GD dan NA.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustafa Kamal kepada wartawan, Jumat (13/3) mengatakan, 15 tersangka telah ditetapkan dalam dua hari terakhir. Satu dari 15 tersangka merupakan seorang wanita berinisial AB (48).

“Pemeriksaan dilakukan secara marathon oleh Penyidik Polres Waropen dibantu Polda Papua. Kini sudah 16 tersangka ditetapkan, termasuk BR yang berperan sebagai penggerak aksi massa di Waropen,” kata Kamal.
Dari 16 tersangka, Polres Waropen hanya menahan tersangka BR, sedangkan 15 tersangka lainnya hanya dikenai wajib lapor. Menurut Kamal, tidak ditahannya 15 tersangka karena dinilai koperatif selama penyidikan berlangsung.

“Mereka (15 tersangka) koperatif saat penyidikan kasus perusakan dan percobaan Kantor Bupati Waropen. Maka itu penyidik tidak melakukan penahanan, namun dikenai wajib lapor,” ungkap mantan Wakapolresta Depok ini.
Meski demikian, lanjut dia, proses penyidikan akan terus berjalan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. 15 tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap barang maupun orang.

”Proses penyidikan tetap berjalan, bahkan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain dalam penyidikan nanti,” jawab Kamal saat disinggung desakan tokoh masyarakat adat Waropen untuk mengungkap aktor intelektual dalam kasus Waropen.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Waropen agar tidak mudah diprovokasi oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab yang bertujuan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah itu. “Kepolisian akan bekerja secara professional dalam penanganan kasus ini,” pungkas Kamal.

Sebelumnya, Kantor Bupati Waropen dirusak oleh sekelompok massa pasca penetapan Bupati Yermias Bisai sebagai tersangka atas kasus dugaan gratifikasi senilai Rp19 miliar, pada Jumat (6/3) lalu.
Pasca perusakan, Polres Waropen menahan penggerak aksi massa berinisial BR. Tersangka BR disangkakan melanggar Pasal 187 ayat 1e dan 2e KUHP tentang pembakaran subsider Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang maupun barang. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here