Kapolda Papua: KKB Paksa Warga Siapkan Makanan, Dana hingga Wanita

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) bersalaman dengan Ketua MUI Papua, KH Saiful Islam Al Payage. Foto: Achmad Syaiful/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Timika – Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw menguak kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap warga sipil di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.
Selain memaksa warga sipil untuk melayani dengan menyiapkan makanan enak, KKB juga kerap meminta dana (uang) hingga perempuan di perkampungan untuk memuaskan syahwat anggota kelompok tersebut.

“Mereka (KKB) paksa masyarakat, mulai dari menyiapkan makanan enak, dana sampai perempuan. (Makanya) yang turun (mengungsi) didominasi kaum perempuan, anak-anak, terutama anak gadis,” beber Waterpauw kepada wartawan di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, Papua, Jumat (13/3).

Jenderal putra Papua ini pun menyebut tindakan KKB seperti preman. Mereka selalu melakukan kekerasan, menakuti semua orang, bahkan mencari amunisi dan senjata.

“Saya selalu kategorikan mereka (KKB) preman, hidupnya melakukan kekerasan, menakuti warga, mengancam pengusaha dan pekerja di mana-mana terus diancam. Kemudian mencari amunisi dan senjata,” ujar Waterpauw.
Menurut mantan Kapolda Sumatera Utara ini, rasa trauma warga di Tembagapura masih terbayang kala KKB melancarkan teror pada tahun 2018 silam. KKB pernah menyandera warga di sekitar Distrik Tembagapura.

“Mereka sindroma, tahun 2018 pernah terjadi, mereka tidak mau terulang lagi. Saya mau katakan kehadiran KKB sangat menakutkan (bagi) warga masyarakatnya sendiri,” kata Waterpauw seraya menegaskan akan menjadi tugas aparat untuk melakukan upaya-upaya tindak tegas terhadap KKB.

Polda Papua mencatat 1.700 warga Tembagapura telah mengungsi ke Kota Timika hingga Jumat (13/3). Berdasarkan data sementara, 396 pengungsi di antaranya merupakan anak-anak, sedangkan sisanya orang dewasa.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here