Sekda Bali: Tiga Barang Ini Harus Selalu Ada Saat di Tengah Ancaman Covid-19

Ketua Satgas Covid-19, Dewa Made Indra. Foto: Dok Indonesiainside

Indonesiainside.id, Denpasar– Ancaman virus corona makin meluas, kali ini bahkan banyak daerah yang terpaksa meliburkan siswanya. Untuk pencegahan beberapa hal diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Bali, termasuk mendorong ketersedian 3 jenis barang, yaitu masker, hand sanitizer dan desinfektan.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Satgas Penanggulangan covid-19 Provinsi Bali telah melaksanakan rapat koordinasi terkait upaya penanggulangan penyakit yang telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Rakor melibatkan unsur kesehatan, pariwisata, keamanan dan pendidikan.

Menurut Dewa Indra, secara garis besar ada lima hal yang mendesak yang harus segera dilakukan oleh Satgas covid-19 Pemprov Bali.

Pertama, peningkatan kapasitas penanganan penyakit, khususnya di fasilitas kesehatan, dalam hal ini rumah sakit. Pastikan fasilitas kesehatan mempunyai kapasitas yang memadai untuk mengantisipasi peningkatan eskalasi penyebaran covid-19. Dewa Indra meminta supaya faskes memiliki kapasitas ruang isolasi dalam jumlah mencukupi dan standar yang memadai.

Selain itu, tim medis dengan kualifikasi yang memadai juga harus dipastikan jumlahnya agar bisa mengantisipasi peningkatan pasien covid-19. Sebab di situ nantinya pasien ditangani. Ketersediaan faskes dengan dukungan tim medis yang memadai akan membangun kepercayaan masyarakat.

Sampai hari ini, kapasitas faskes dan dukungan tenaga medis masih cukup dan memadai.

Kedua, memastikan ketersediaan sarana yang berkaitan dengan pencegahan dan penularan covid-19.

Menurutnya ada tiga barang yang tidak boleh terlewatkan saat virus corona jadi ancaman seperti saat ini. Tiga barang itu seperti masker, hand sanitizer dan desinfektan.

“Barang ini harus dipastikan tersedia, sebab kalau kosong akan memicu kepanikan,” tegas Dewa Indra.

Ketiga, menurut Dewa Indra, peningkatan kapasitas deteksi dini dan pencegahan di pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan. Karena virus ini datang dari luar. Kalau pintu masuk aman, risiko bisa dieliminir.

Keempat, tingkatkan upaya pengendalian penyebaran virus dengan melakukan pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak.

Kelima, menggencarkan kampanye dan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Gubernur, Bupati/Walikota membuat video durasi pendek yang bisa memberi informasi terkait covid-19 dan cara pencegahannya. Sebab penyakit ini bisa dikendalikan melalui PHBS.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here