Kapolda Ingin Ajak Veronica Koman ke Tembagapura, Ada Apa?

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jayapura – Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw berkeinginan mengajak aktivis hak asasi manusia (HAM), Veronica Koman mengunjungi Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Keinginan Jenderal putra Papua ini menyusul pernyataan sang aktivis yang menuding aparat keamanan telah memutarbalikan fakta dalam pengungsian ribuan warga dari perkampungan di wilayah Tembagapura.

“Kalau dia (Veronica) bilang aparat memutar balik fakta, otaknya yang ke balik. Suruh dia datang ke sini, biar saya ajak ke Tembagapura, biar paham, nanti saya kawal dia. Sesungguhnya seperti apa kejadiannya,” kata Waterpauw kepada wartawan di Jayapura, Rabu (18/3).

Waterpauw meminta Veronica Koman tidak berkoar-koar soal Tembagapura, jika tidak pernah hadir di Papua. Bahkan, mantan Kapolda Sumatera Utara ini siapa mengawal Veronica termasuk pasukannya ke Papua agar dapat melihat objektif fakta kejadian di Papua.

“Saudari Veronica Koman yang tidak pernah hadir di sini, dia ada di belahan bumi lain. Dia hanya menerima input sepihak, kemudian dia mencoba mempolitisasi itu untuk kepentingan dirinya, perutnya,” tegasnya.
Dia bercerita saat mendampingi aktivis yang terpengaruh kelompok bersenjata yang menuding aparat merekayasa peristiwa Wamena berdarah, September 2019 lalu. Dalam kunjungan selama tiga hari, para aktivis melihat fakta secara objektif bahwa aparat tidak mempengaruhi.

Demikian juga soal Tembagapura, Waterpauw memastikan langkah mengungsi merupakan keinginan warga. Mereka mengungsi karena ketakutan dengan teror yang dilakukan kelompok bersenjata di perkampungan termasuk terhadap kerabatnya sendiri.

“Jadi masyarakat itu yang meminta kepada kami, saya ada bersama Pangdam. Mereka minta berduyun-duyun masuk, pertama dihambat oleh kelompok ini (KKB) agar tidak keluar, karena mereka akan dijadikan tameng hidup oleh kelompok itu, tapi untung cepat warga masyarakat pergi. Minta dikawal (aparat) turun ke Timika,” bebernya.

Waterpauw pun mengistilahkan awan mendung, hitam dan kabut yang menyelimuti Tembagapura karena tangisan masyarakat atas ulah KKB. Bermodalkan senjata, KKB merampas harta, bahkan wanita.
“Sedih mereka, kaum perempuan, anak muda remaja, anak gadis ketakutan karena begitu mau mereka minta. Dia minta istri orang, dia minta anak gadis orang, dia minta babi orang, dia tekan semua, modalnya hanya dengan senjata itu,” tuturnya.

Jenderal putra Papua ini pun akan terus berupaya menegakkan hukum terhadap KKB. “Jadi inilah yang ingin kami tegakkan hukum itu,” pungkasnya seraya meminta Veronica Koman tidak membela KKB, namun fokus pada pekerjaan diri sendiri.

Sebelumnya, 1.700 warga Tembagapura mengungsi ke Kota Timika, Ibu Kota Kabupaten Mimika, Papua. Mereka mengungsi karena merasa diteror Kelompok Kriminal Bersenjata dengan menodongkan senjata. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here