Jenazah PDP Corona Diambil Paksa Keluarga, Pangdam Hasanuddin Bereaksi

Ilustrasi jenazah. (Foto: abc.net.au)

Indonesiainside.id, Makassar – Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, mengingatkan ke depan TNI dan Polri bakal bertindak tegas agar kasus seperti di Kolaka, Sulawesi Tenggara, tidak terulang. Kasus yang dimaksud yakni adanya jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona (Covid-19) di Kolaka diambil paksa oleh keluarganya untuk dikebumikan sesuai ajaran agama dan videonya viral di media sosial.

Menurut Pangdam, tindakan tegas terhadap protokol kesehatan tersebut dimaksudkan hanya mengikuti standar World Health Organization (WHO) alias Organisasi Kesehatan Dunia untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Jadi, kata dia, bukan bermaksud melanggar ajaran agama.

Karena itu, pihak keluarga korban mesti diberi penjelasan akan pentingnya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini agar dampaknya tidak meluas. Berkaitan dengan hal tersebut, Pangdam menilai harus ada sosialisasi dan edukasi terkait penanganan pasien terkait Covid-19 ketika meninggal dunia yang harus melalui prosesi pemakaman yang berbeda dengan ajaran suatu agama.

“Peranan rohaniwan untuk mendampingi dan menjelaskan pada keluarga korban adalah tugas penting ke depan,” katanya.

Dia mengatakan, agar kasus seperti di Kolaka tidak terulang, ke depan TNI dan Polri akan bersikap tegas dengan melakukan langkah-langkah standar. Alasannya, karena tindakan tersebut semata-mata hanya untuk memutus mata rantai wabah virus corona dan untuk melindungi orang banyak. (AIJ/Ant)

Catatan redaksi:

Judul dan beberapa diksi pada berita ini telah mengalami revisi atas permintaan narasumber. Diksi “positif” yang digunakan dalam judul berita ini sebelumnya, sesuai dengan naskah yang diperoleh dari LKBN Antara pada Rabu, 25 Maret 2020, pukul 22.10 WIB.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here