Ikuti Seruan MUI, Masjid Agung Nurul Iman Tiadakan Shalat Jumat

Indonesiainside.id, Padang – Masjid Agung Nurul Iman milik Pemerintah Kota Padang besok meniadakan shalat Jumat dan diganti dengan Shalat Dzuhur. Hal ini menindaklanjuti Fatwa MUI Nasional No.14 tahun 2020 tentang risiko tinggi penyebaran corona virus disease (Covid-19).

“Menindaklanjuti Fatwa MUI yang membolehkan mengganti shalat Jumat dengan zuhur guna mencegah penularan corona, kami memutuskan untuk 27 Maret shalat Jumat ditiadakan,” kata Ketua Umum Pengurus Masjid Agung Nurul Iman, Mulyadi Muslim di Padang, Kamis(26/3).

Menurut dia keputusan tersebut diambil setelah mencermati perkembangan terbaru dan sudah ada yang berstatus positif corona di Padang.

Shalat Jumat bisa diganti dengan Shalat Dzuhur karena dalam kondisi darurat memelihara jiwa jadi prioritas utama. Apalagi tujuan syariat ditetapkan dalam Islam untuk menjaga lima hal yang prinsip yaitu agama,jiwa, akal, kehormatan dan harta, katanya.

Kepada jamaah Masjid Nurul Iman ia berharap bisa memaklumi hal ini demi kemaslahatan bersama.

Sebelumnya dalam rangka mengantisipasi wabah corona pengurus telah melakukan penyemprotan disinfektan dan menggulung sajadah.

Selain itu pengurus juga menyediakan hand sanitizer di beberapa lokasi yang ada di masjid.

Masjid Nurul Iman merupakan salah satu masjid terbesar di Kota Padang yang lokasinya berada di pertigaan Jalan Imam Bonjol dan Jalan Thamrin dengan daya tampung jamaah bisa mencapai sekitar 2.000 orang, terdiri atas dua lantai.

Sebelumnya Lima orang warga Sumatera Barat dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil tes spesimen dari laboratorium Unand dan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diterima pemerintah setempat.

“Sampai pukul 16.30 WIB dapat kami informasikan bahwa warga Sumatera Barat yang telah dinyatakan positif terkena virus corona ada 5 (lima) orang,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Lima orang yang positif itu dua hasil pemeriksaan dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand dan tiga dari Laboratorium Litbang Kemenkes RI.

Berdasarkan data pasien tersebut satu orang dari Padang, satu orang dari Pesisir Selatan, satu orang dari Tanah Datar dan dua orang dari Bukittinggi. (EP/ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here