Gadis Cilik Korban Pengroyokan di Jayapura Jalani Trauma Healing

Psikolog Polda Papua, Iptu Rini Dian Pratiwi memberikan terapi trauma healing kepada korban kekerasan di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jayapura – Keisya (14), gadis cilik korban pengeroyokan sekelompok remaja belasan tahun di Kota Jayapura menjalani trauma healing untuk menghilangkan ingatan traumatik kekerasan fisik yang dialaminya, akhir Maret lalu.

Terapi trauma healing ini diberikan Tim Psikologi Polda Papua yang dipimpin Inspektur Polisi Satu Rini Dian Pratiwi di ruang inap Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, Kota Jayapura Papua, Jumat (3/4).  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi, Jumat petang mengatakan, terapi oleh tim berlangsung kurang lebih selama 60 menit di ruang inap Kakatua 5 Rumah Sakit Bhayangkara.“Korban Keisya (14) masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Saat ini masih dalam proses pemulihan,” kata Kamal.

Psikolog Polda Papua, Iptu Rini Dian Pratiwi menuturkan, trauma healing ini bertujuan untuk menghilangkan distres yang berkaitan dengan pengalaman atau ingatan traumatik yang dialami oleh seseorang. Selama trauma healing, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi korban usai menjalani terapi. “Terapi kepada korban ini untuk mengurangi trauma yang dialami pascakekerasan yang dialaminya di jalur antara GOR Trikora dan FKM Uncen Bawah, Kota Jayapura,” terangnya.

Menurut Rini, kondisi korban telah lebih baik usai menjalani terapi dari Tim Psikologi Polda Papua. “Yang bersangkutan sekarang sudah merasa lebih tenang, walaupun rasa trauma yang dialami tetap ada,” kata dia.

Diketahui, Keisya merupakan korban peroyokan sekelompok remaja di kawasan Kota Jayapura, Papua, 31 Maret pukul 24.00 WIT. Peroyokan yang dilakukan sepuluh orang ini direkam menggunakan ponsel genggam. Video aksi kekerasan berdurasi 2 menit 32 detik ini pun viral di media sosial. Dari sepuluh terduga pelaku, delapan orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Papua. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here