Corona Jadi yang Terburuk dalam Sejarah Pariwisata Bali, Lebih Parah dari Bom Bali

Pelaku usaha wisata menyiapkan kursi pantai di destinasi wisata Pantai Kuta, Badung, Bali Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Denpasar – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan pandemik virus corona atau Covid-19 dampaknya terburuk sepanjang sejarah pariwisata Bali. Penyebabnya selain penyakit ini berdampak secara global.

Hal tersebut membuat wisatawan dari belahan dunia manapun tak ada yang melancong. “Tentu akhirnya hotel sepi tidak ada tamu, lalu guide-guide kita tidak punya pekerjaan, travel dan seterusnya,” kata Astawa saat dihubungi, Jumat (3/4).

Ia mengatakan sejak wabah corona, wisatawan asing yang datang hanya 500 orang perhari. Biasanya, perhari Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke Bali bisa mencapai 10.500 atau 11 ribu orang.

“(okupansi hotel) Kalau yang di daerah Kuta itu mungkin dibawah 10 persen. Kalau di Canggu masih 20 persen di ITDC (Nusa Dua) masih 20 persen,” katanya.

Ia menyebut bahkan virus corona ini dampaknya lebih parah dari bom Bali dan erupsi Gunung Agung. Namun demikian kini yang terpenting adalah bagaimana pencegahannya. Ia berharap dengan dilarangnya warga negara asing ke Indonesia sementara bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona termasuk di Bali.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here