Rawan Tertular Covid-19, Empat Kelompok Masyarakat di Jayapura Terus Dipantau

Tenaga Kesehatan memeriksa warga di Kota Sorong, Papua Barat. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jayapura – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura terus memantau empat kelompok masyarakat di wilayahnya yang terlibat kontak dengan dua pasien positif corona.
Langkah ini untuk mencegah kemungkinan penularan virus corona dari pasien positif di Kabupaten Jayapura.

“Kami tengah melakukan penyelidikan epidemilogi terkait dua pasien positif corona. Ada empat kelompok (masyarakat) dipantau secara ketat oleh Tim Gugus Tugas guna mencegah kemungkinan penularan virus (Covid-19) yang lebih besar secara kewilayahan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura, Khairul Lie saat dihubungi Jumat (3/4) malam.

Khairul menyebutkan, empat kelompok yang dipetakan meliputi pihak keluarga dekat dari pasien positif, kelompok berisiko tinggi, kelompok yang saling kontak saat pasien beraktifitas sebelum masuk ruang isolasi, serta petugas medis yang menangani pasien positif.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura berencana akan melakukan tes cepat menggunakan rapid test terhadap empat kelompok yang terlibat kontak dengan dua pasien positif virus corona di wilayah setempat. Total 200 alat rapid test yang sudah dipersiapkan.

Khairul berharap masyarakat yang masuk dalam pemantauan dapat mendukung Tim Gugus Tugas Covid-19 dengan mematuhi masa karantina mandiri. Dia pun meminta masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk berdiam di rumah.

“Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas di lapangan saat melakukan penyelidikan epidemilogi sudah dipersiapkan. Saat ini APD yang tersedia hanya cukup untuk penggunaan hingga 6 hari,” bebernya.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura mengumumkan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona. Kedua pasien positif merupakan satu keluarga.
Berdasarkan pelacakan awal, pasien positif pertama baru kembali usai kegiatan keagamaan di Makassar. Pasien pertama sempat menginap dua hari di rumah pasien kedua sebelum pulang ke Kabupaten Sarmi.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here