Warga dan Keluarga Sempat Dikarantina, Ternyata Rahmah di Kolaka Tidak Meninggal karena Covid-19

Saat keluarga membawa pulang jenazah Pasien PDP di Kolaka.

Hasil Tes Pasien PDP di Kolaka Negatif, Keluarga Berstatus ODP Bersyukur

indonesiainside.id, Makassar–Sejak beredarnya isu warga Kolaka yang meninggal disebut pasien covid 19, ratusan warga yang datang melayat berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Bahkan para pelayat diminta untuk tinggal di rumah selama 14 hari.

Delapan hari sejak kepergian Almarhuma Rahmah, selama itupula keluarga dan kerabat dekat serta tetangga yang berkunjung baik dari Kolaka, maupun yang datang dari Sulsel tidak diperbolehkan keluar rumah, mereka dalam pantauan dinas kesehatan.

Namun, hari ini Jumat 3 April 2020, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi memgumumkan bahwa hasil swab pasien PDP yang meninggal tersebut negatif. Ini tentunya menjadi kabar baik bagi mereka yang berstatus ODP, tidak perlu khawatir lagi.

Salah seorang sepupu Almarhumah, Nurhayati Beddu, mengungkapkan rasa syukurnya saat mendengar kabar baik tersebut. Dia merupakan warga Kolaka yang bermukim di Makassar, dan juga sempat berangkat ke Kolaka untuk melayat.

“Sepulang dari sana saya diminta untuk tinggal di rumah selama 14 hari. Tiap hari dari dinas kesehatan datang ke rumah memantau,” katanya kepada indonesiainside.id, Jumat (3/4/2020).

Kata dia, selama di rumah, ibu dari tiga orang anak ini mendapatkan kebutuhan.pokok seperti beras, minyak, telur, dan ikan kaleng dari Pemerintah Kabupaten Gowa. Dia juga mengatakan, tudingan terhadap sepupunya itu, dengan mengedarkan video rekaman sangat mengganggu karena hasilnya belum keluar.

“Kalau saya, sudah yakin kalau hasilnya negatif karena saya tahu riwayat penyakitnya kasihan. Tapi, orang-orang teganya meyebarkan fitnah,” katanya. Dia juga mengatakan ikhlas dan menerima dengan tenang saat dinyatakan sebagai ODP.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here