Dampak Pandemi Corona, Penyandang Disabiltas di Banda Aceh Terima Bantuan

lambang disabilitas
Lambang disabilitas. Foto: Mitra Wacana

Indonesiainside.id, Banda Aceh – 192 penyandang disabilitas di Banda Aceh memperoleh bantuan sosial (Bansos) berupa dana senilai Rp4 juta per jiwa. Santunan tersebut diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dengan rincian penerimanya, tunanetra dan orang dengan kecacatan sangat berat sebanyak 89 orang, serta untuk anak dengan kecacatan 72 orang.

Menurut Wali Kota, Aminullah Usman, santunan tersebut dinilai sangat tepat dibagikan di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang sedang mewabah. “Kita tahu bersama bahwa saat ini kita sedang menghadapi masa sulit, tidak ada yang melakukan aktivitas, bahkan sebagian pekerjaan terpaksa dihentikan guna mencegah terjadinya penyebaran virus ini,” kata Aminullah, Selasa (7/4).

Aminullah menyampaikan, di tengah kondisi saat ini, kaum disabiltas juga ikut terdampak. Apalagi, para penyandang disabilitas di Banda Aceh sebagian besar bekerja sebagai tukang pijat. Oleh karena itu, aturan menjaga jarak sosial sebagai upaya penyebaran virus corona dinilai wali kota turut berdampat terhadap perekonomian mereka.

“Sat ini pemerintah menginstruksikan untuk menjaga jarak 1 sampai 1,5 meter, jadi kita bayangkan saja bagaimana bisa mereka (penyandang disabilitas) melakukan aktivitas pekerjaannya,” kata Aminullah.

Sementara itu, M Nur Abdullah, mewakili disabilitas lainnya mengaku di situasi saat ini mereka mengalami kesulitan untuk mencari nafkah. Oleh sebab itu, bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka.

“Terima kasih atas perhatian cepat Pemko Banda Aceh. Kami sangat terbantu, apalagi di kala merebaknya virus corona. Bantuan ini akan kami manfaatkan dengan sebaik mungkin, terutama untuk kebutuhan sehari-hari bersama keluarga,” katanya.

Dia berharap, pemerintah daerah lain dapat memberikan perhatian lebih kepada para penyandang disabiltas di kawasannya. “Kami juga berharap kepada daerah lain untuk memberi perhatian secepatnya seperti yang kami rasakan saat ini. Karena, banyak sesama kami di daerah lainnya di Aceh ini,” pintanya. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here