Sempat Melawan, 36 Peserta Ijtima Jamaah Tabligh Asal Gorontalo Akhirnya Dikarantina

Indonesiainside.id, Gorontalo – Sebanyak 36 orang yang mengikuti Ijtima Jamaah Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan, dikarantina selama 14 hari di Mess Haji Gorontalo. Sempat ada aksi perlawanan salah satu jamaah ketika akan dikarantina.

“Hasilnya negatif untuk 36 orang jamaah tersebut,” ujar dr Mohammad Ardiansyah dari Tim Gugus tugas percepatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Jumat (10/4).

Rapid Test ke dua, akan kembali dijalani para jamaah saat nanti berada di mess haji.

Ia merinci, 36 jamaah alumni Ijtima di Gowa, Sulawesi Selatan, yaitu 24 orang dari Kecamatan Tolinggula, 1 orang dari Kecamatan Sumalata Timur, 9 orang jamaah tabliqh asal Kalimantan yang berada di masjid Limututu, Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata, serta 2 orang dari Kecamatan Kwandang.

34 orang jamaah, telah diantar menumpang bus yang disiapkan pemerintah kabupaten, tiba lebih awal di mess haji Kota Gorontalo, sementara 2 orang jamaah dari Kecamatan Kwandang, diantar sekitar pukul 20.00 Wita dan pukul 23.00 Wita, menggunakan mobil ambulans dari rumah sakit daerah Zainal Umar Siddiki dan ambulans Dinas Kesehatan.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Kwandang, melalui sekretaris kecamatan, Rully Tanaiyo, mengatakan, jika penjemputan satu orang jamaah di Desa Molingkapoto Selatan, Kecamatan Kwandang, sempat diwarnai aksi bersitegang akibat penolakan jamaah tersebut yang mempertanyakan surat perintah tugas tim penjemput.

“Aksi ini sempat memunculkan reaksi masyarakat sekitar, namun berhasil diamankan dibantu pihak Polres setempat, dan proses penjemputan dapat diterima dengan baik oleh yang bersangkutan dan pihak keluarga,” ujarnya.

Rully mengatakan, pihaknya pun telah menyerukan kepada seluruh pemerintah desa melalui Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 di setiap desa, untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait pemberlakuan masa karantina selama 14 hari bagi masyarakat yang merupakan jamaah peserta Ijtima di Gowa.

Kondisi darurat ini diharapkan agar seluruh pihak mampu bekerja sama, khususnya para jamaah yang pernah mengikuti Ijtima di Gowa agar dapat jujur dan mengikuti masa karantina tersebut.

“Mereka yang pernah mengikuti Ijtima dari Gowa ataupun pernah hendak akan pergi ke Gowa meski hanya tiba di bandara Hasanuddin Makassar saja, agar jujur menyampaikan perjalanannya tersebut dan sukarela mengikuti masa karantina 14 hari sesuai instruksi Gubernur Gorontalo,” ungkap Rully.

Khusus penjemputan satu jamaah Ijtima merupakan warga Desa Molingkapoto Selatan, yang bersangkutan telah membenarkan keikutsertaannya tersebut, bahkan saat itu sempat bergabung dengan para jamaah lainnya asal Palu, Sulawesi Tengah.(EP/ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here