PKM Hari Pertama di Denpasar, Banyak Pengendara tak Pakai Masker

Petugas gabungan saat memeriksa pengendara yang akan masuk wilayah kota Denpasar, Bali. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Denpasar – Pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) mulai diterapkan di Kota Denpasar. Pada hari pertama penerapan aturan ini, petugas gabungan masih menemukan pengendara yang tak memakai masker serta surat jalan.

PKM ini sesuai dengan Perwali Nomor 32 Tahun 2020. Tujuan penerapan pembatasan untuk mempercepat pemutusan rantai pandemi Covid-19. Pantauan lokasi sejumlah pos-pos perbatasan di Kota Denpasar, dijaga ketat pada Jumat (15/5).

“Mengenai penerapan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 32 Tahun 2020 tentang PKM, di hari pertama tentu perlu penyesuaian dan evaluasi agar pelaksanaannya lebih maksimal,” kata Kadis Pehubungan Kota Denpasar, Ketut Sriawan yang ditemui di sela-sela pengecekan di Pos Kebo Iwa Gatot Subroto, Denpasar.

Pelaksanaan pengecekan diikuti instansi terkait seperti unsur TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Orari, dan unsur pecalang. Adapun pengecekan yang dilakukan seperti pengecekan surat jalan, suhu tubuh hingga dilaksanakan rapid test kepada masyarakat yang melewati pos-pos yang tersebar di 11 titik.

“Dari pantauan di lapangan sebagian besar masyarakat telah mengerti dan melengkapi diri dengan surat jalan. Namun masih ada masyarakat yang tanpa tujuan jelas keluar tanpa menggunakan masker dan tidak menunjukan surat (jalan), selanjutnya kami sarankan untuk balik arah,” ujarnya.

Pihaknya terus memantau dan mengevaluasi apa yang harus dilakukan agar tidak menggangu masyarakat dan juga memberi rasa aman kepada masyarakat.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here