Tanpa Tujuan Jelas, 226 Orang di Perbatasan Denpasar Diminta Putar Balik

Pemeriksaan warga yang melintas pada PKM Kota Denpasar, Sabtu (16/5). Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Denpasar – Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar memasuki kedua, Jumat (16/5). Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai mengatakan pada hari kedua 200 lebih warga diminta putar balik.

Rinciannya, 19 orang diminta putar balik karena tidak menggunakan masker. Kemudian 226 orang lantaran tanpa tujuan jelas. Ia mengatakan mereka terjaring pemeriksaan di pos perbatasan Kota Denpasar.

Dewa Rai melanjutkan, pada PKM hari kedua pelaksanaan tampak lebih tertib. Tidak terdapat antrean panjang sebagaimana hari sebelumnya. “Berdasarkan laporan Tim di lapangan, pelaksanaan pemeriksaan di pos perbatasan saat ini sudah mulai tertib, tidak lagi ada kerumunan,” kata Dewa Rai dalam keterangan tertulis, Sabtu malam.

Selain itu, berdasarkan pemantauan lapangan, ia mengklaim masyarakat semakin sadar untuk mentati imbauan pemerintah. Bahkan, sebagian besar ruas jalanan di Kota Denpasar tampak lengang. Hal ini menurutnya dapat memberikan dampak yang baik dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

“Dan yang terpenting lagi bagi masyarakat perlu diingat bahwa pemberlakukan PKM ini dalam rangka pencegahan covid 19, bukan untuk tujuan yang lain. Yang akan melintasi pos perbatasan agar selalu memakai masker, melengkapi persyaratan, terutama identitas serta surat keterangan akan kejelasan tujuan di Kota Denpasar,” imbaunya.(PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here