Miris, Jelang PSBB Berakhir, Kasus Corona di Surabaya Raya Makin Gemuk

khofifah dan risma
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kerudung pink), dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Foto: Istimewa.

Indonesiainside.id,Surabaya – Menjelang berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jumlah penderita Covid-19 di Jawa Timur justru makin melonjak. Hingga pukul 17.00 WIB jumlah infeksi tambahan 153 orang.

Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur mencatat tambahan pasien positif terbanyak terdapat di wilayah Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik).

Penambahan kasus di wilayah Surabaya Raya itu cukup memprihatinkan, mengingat tiga hari ke depan ketiga daerah itu akan mengakhiri skema pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap kedua.

“Yang paling banyak tetap dari Kota Surabaya sebanyak 51 orang, kemudian Gresik 28 orang, dan Sidoarjo 27 orang,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat(22/5) malam.

Gubernur Jatim itu juga tak berhenti mengingatkan masyarakat untuk lebih berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan guna mengurangi penyebaran Covid-19.

Secara total, data yang masuk ke Gugus Tugas Provinsi Jawa Timur secara keseluruhan mencapai 3.095 orang.

Sementara itu, rincian tambahan 153 orang di Jatim, yakni 51 orang dari Surabaya, 28 orang dari Gresik, 27 orang dari Sidoarjo dan 18 Kabupaten Kediri, empat orang dari Pacitan, dan masing-masing tiga orang dari Kabupaten Madiun dan Nganjuk.

Kemudian, masing-masing dua orang dari Kabupaten Mojokerto, Tulungagung, Kabupaten Malang dan Kota Malang, lalu masing-masing satu orang dari Jombang, Kota Kediri, Kota Batu, Kota Mojokerto, Bangkalan serta dua orang tambahan dari anak buah kapal (ABK).

Terkait dengan pasien sembuh dari infeksi virus corona di Jatim saat ini mencapai 426 orang (13,76 persen) atau bertambah 13 orang, yakni masing-masing tiga orang asal Kabupaten Madiun dan Nganjuk dan dua orang asal Kabupaten Malang.

Berikutnya, masing-masing satu orang asal Lumajang, Sidoarjo, Tuban, Kabupaten Blitar dan Kota Surabaya.

Untuk kasus meninggal dunia karena hingga saat ini tercatat 273 orang (8,82 persen) atau bertambah 15 orang, yakni sembilan orang asal Surabaya, empat orang asal Sidoarjo dan masing-masing satu orang asal Tulungagung serta Kota Malang.

Warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim 5.499 orang atau meningkat dari data sehari sebelumnya 5.267 orang, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 23.423 orang atau meningkat dari sehari sebelumnya 23.271 orang.(EP/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here