Imbauan Tidak Mudik Juga Bergaung di Penajam Paser Utara

Penajam Paser Utara
Wilayah Penajam Paser Utara. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Penajam – Imbauan tidak mudik lebaran juga bergema di wilayah yang akan menjadi ibu kota negara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pemerintah setempat mengimbau warga tidak melakukan perjalanan ke kampung halaman atau mudik lebaran di tengah pandemi corona.

Aktivitas mudik akan meningkatkan penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19). “Mudik saat lebaran memang sudah menjadi tradisi kita, namun saat ini kondisi sedang tidak normal karena adanya wabah. Maka kami sejak lama mengimbau warga tidak mudik,” ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Penajam Paser Utara, Ahmad Usman, di Penajam, Sabtu (22/5).

Imbauan ini dimaksudkan sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan warga, karena mudik di tengah wabah tentu berisiko tinggi tertular corona di perjalanan. Apalagi dalam kondisi lelah yang akan mempermudah terpapar penyakit.

“Jika ada pemudik yang tertular virus di jalanan, kemudian menularkan kepada keluarga di rumah, apalagi kemudian menularkan lagi kepada kawan-kawannya dan tetangga, tentu hal ini semakin menambah beban bagi diri sendiri, keluarga, dan bisa merambat ke lingkungan lebih luas,” ujarnya.

Meski telah melakukan imbauan agar tidak mudik, lanjutnya, namun ia menyadari bahwa bisa saja masih ada warga yang nekat mudik lebaran. Itu sebabnya pemkab menyiagakan dua posko pemeriksaan, yakni satu posko lebaran di Pelabuhan Penajam dan satu posko lagi di Kelurahan Petung.

“Posko ini kami siagakan untuk mengawasi lalu lintas kendaraan. Untuk mengawasi angkutan barang maupun kendaraan yang membawa penumpang yang berlebaran, di tengah pandemi Covid-19,” urai Ahmad Usman.

Petugas yang disiagakan dalam posko lebaran juga mengawasi sejumlah tempat keramaian. Termasuk untuk objek wisata sejak tujuh hari sebelum dan tujuh hari sesudah Idul Fitri 1441 di tengah pengetatan wilayah demi pencegahan penularan virus corona.

“Posko untuk pengamanan lebaran yang sekaligus sebagai pengawasan lalu lintas barang dan manusia terkait pengendalian wabah ini. Posko sudah mulai berjalan 18 Mei lalu dan masa tugasnya akan berakhir pada 1 Juni 2020. Bisa saja masa tugasnya diperpanjang,” kata dia.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga kini Pemkab Penajam Paser Utara terus berupaya mengendalikan wabah dan menekan jangan sampai ada lagi yang tertular. Dia minta kerja sama masyarakat membantu upaya pemerintah, termasuk mengajak warga turut menjaga ketenangan dan keamanan wilayah.

“Untuk itu masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan keresahan. Mari sama-sama menjaga wilayah tetap aman, tetap mengikuti protokol kesehatan dan anjuran pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19,” kata Usman. (Ant/AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here