Tidak Sampai 1 Persen Orang Indonesia Diperiksa Covid-19

(200520) -- BANDUNG, 20 Mei, 2020 (Xinhua) -- Seorang paramedis melakukan tes usap (swab) kepada seorang pria di tengah wabah COVID-19 di Bandung, Jawa Barat, pada 20 Mei 2020. Total kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 693 dalam sehari menjadi 19.189, dan jumlah kematian naik 21 menjadi 1.242. (Xinhua/Septianjar)

Indonesiainside.id, Jakarta – Dari sekitar 260 juta penduduk Indonesia, pemeriksaan metode PCR untuk mendeteksi seorang terpapar Covid-19 ternyata belum mencapai satu persen. Hal itu juga diakui Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

“Baru sekitar 196 ribu spesimen yang kami periksa,” kata Yuri kepada Indonesiainside.id, Kamis (28/5).

Ini artinya, jumlah orang yang diperiksa baru sekitar 0,07 persen jika mengacu pada jumlah pemeriksaan tersebut. Belum sama sekali mendekati atau melewati angka satu persen.

Sebelumnya, dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 278.411 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 87 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 42 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 152 lab. Secara keseluruhan, 195.518 orang telah diperiksa dan hasilnya 23.851 positif dan 165.137 negatif.

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 49.942 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 12.667 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 410 kabupaten/kota di Tanah Air.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas, untuk sebaran kasus sembuh dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta tertinggi yakni 1.668, Jawa Timur sebanyak 506, kemudian Jawa Barat 505, Sulawesi Selatan 499, Bali 295, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 5.877 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Kemudian, lima provinsi dengan angka kasus positif terbanyak adalah Provinsi DKI Jakarta dengan total kasus 6.798 disusul Jawa Timur sebanyak 3.943 Jawa Barat 2.130, Sulawesi Selatan 1.352, Jawa Tengah 1.315, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 23.165 orang.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 19 kasus, Bali 407 kasus, Banten 807 kasus, Bangka Belitung 39 kasus, Bengkulu 69 kasus, Yogyakarta 226 kasus.

Selanjutnya di Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 176 kasus, Kalimantan Timur 277 kasus, Kalimantan Tengah 322 kasus, Kalimantan Selatan 630 kasus, dan Kalimantan Utara 164 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 154 kasus, Nusa Tenggara Barat 488 kasus, Sumatera Selatan 868 kasus, Sumatera Barat 513 kasus, Sulawesi Utara 265 kasus, Sumatera Utara 315 kasus, dan Sulawesi Tenggara 215 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 121 kasus, Lampung 116 kasus, Riau 111 kasus, Maluku Utara 118 kasus, Maluku 160 kasus, Papua Barat 132 kasus, Papua 567 kasus, Sulawesi Barat 87 kasus, Nusa Tenggara Timur 85 kasus, Gorontalo 58 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus. (Aza)

 

 

 

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here