Menyelundupkan Beras Bansos Covid-19, Tiga Sopir Truk di Jayapura Ditangkap

Penyidik Satuan Reskrim Polres Keerom menggelar barang bukti penggelapan bansos Covid-19. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jayapura –Tiga sopir truk asal Kota Jayapura ditangkap aparat Kepolisian Resort Keerom atas dugaan penyelundup beras Bulog untuk warga terdampak Covid-19, Jumat (29/5).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal membenarkan penangkapan tersebut. Ketiga sopir berinisial YB (40), SDB (25) dan MS (51). “Iya benar, ketiga sopir truk ditangkap di Jalan Poros Arso VII, Kabupaten Keerom,” terangnya, Sabtu (30/5).

Penangkapan ini berawal dari Informasi masyarakat bahwa ada sebagian oknum masyarakat yang ditugaskan untuk mengangkut beras dari Gudang Bulog di Jayapura untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Kabupaten Keerom, Kamis (28/5).

Informasi tersebut langsung ditelusuri penyidik Satuan Reskrim Polres Keerom dan menemukan tiga truk pengangkut beras bantuan sosial Covid-19 di Jalan Poros Arso VII, Kabupaten Keerom. Ketiga sopir pun langsung diamankan bersama 26 ton beras, tiga dump truk, serta uang hasil penjualan beras bansos Rp5.600.000.

“Tim melakukan pengecekan dan menemukan beberapa karung beras yang tidak lagi sesuai dengan berat semestinya. Saat ini ketiga sopir telah menjalani pemeriksaan intensif dan ditemukan adanya dugaan penyalagunaan bansos,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiganya menjual beras dengan cara mengurangi isi dari beberapa karung beras dan kemudian mendapatkan uang Rp 1.600.000. Tak hanya itu, lima karung beras mereka turunkan di salah satu warung yang berada di Kelurahan Koya, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Sementara 10 karung beras sisanya dititipkan keluarga salah satu pelaku untuk dijualkan seharga Rp4.000.000. Mereka juga ditengarai menjual beras kepada para pembeli dengan harga murah sebesar Rp400.000 per karung.

“Modus operandi para pelaku yakni mulai dari mengambil beras di gudang Bulog kemudian berhenti di tempat yang sudah ditentukan pada saat perjalanan. Selanjutnya mereka menggunakan gancu melubangi karung beras dan memindahkan sebagian isi beras ke dalam karung yang sudah disiapkan,” beber Kamal.

Ketiga sopir truk kini telah ditahan di rumah tahanan Mapolres Keerom. Atas perbuatannya, mereka terancam pasal berlapis dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. “Ketiganya dijerat Pasal 78 jo Pasal 65 UU Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan Pasal 372 KUHP,” pungkas mantan Wakapolresta Depok ini.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here